
KLUNGKUNG – Pentas genjek dan tabuh adi merdangga massal dipastikan menjadi highlight utama dalam Festival Semarapura 2026 yang akan digelar pada 28 April hingga 1 Mei mendatang di pusat Kota Semarapura.
Ribuan seniman dan masyarakat akan terlibat dalam berbagai pertunjukan kolosal, mulai dari genjek, tari massal, hingga tabuhan gamelan adi merdangga yang dimainkan secara serempak.
Perpaduan suara ritmis, tabuhan gamelan, dan gerak tari yang kompak diprediksi menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan maupun masyarakat yang memadati kawasan festival. Plt Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, Selasa (24/3/2026), menyatakan Festival Semarapura ke-8 tahun ini tetap mengedepankan pelestarian budaya dan kearifan lokal sebagai konsep utama. Karena itu, sebagian besar penampil merupakan seniman lokal serta hiburan yang dibawakan penyanyi Bali.
“Selain pentas genjek dan adi merdangga massal, festival juga akan diisi drama gong lokal, pameran keris, pertunjukan gong kebyar dari anak-anak hingga dewasa, serta berbagai penampilan seni tradisional lainnya,” tandas Agung Mahajaya.
Tak hanya seni pertunjukan, festival juga menggandeng lebih dari 100 pelaku UMKM. Namun, karena keterbatasan stan, Dinas Koperasi, UKM dan Perindag akan melakukan kurasi untuk menentukan peserta yang dapat tampil.
“Dinas Koperasi UKM Perindag yang nantinya akan menyeleksi,” tegas Mahajaya.
Panitia juga menyiapkan pengaturan lalu lintas dan mitigasi kerumunan, mengingat festival diperkirakan akan menarik pengunjung tidak hanya dari Klungkung, tetapi juga dari kabupaten tetangga seperti Karangasem, Bangli, dan Gianyar. Penataan panggung tahun ini turut diubah, dengan latar belakang Patung Catus Pata dan pintu masuk utama di dekat Gapura Puri Agung Klungkung.
Bagi Pemkab Klungkung, Festival Semarapura tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi seniman, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya Klungkung sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat. (yan)








