
KLUNGKUNG – Dampak kemunculan bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia selatan mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Klungkung. Angin kencang yang melanda daerah tersebut pada Kamis (5/3/2026) menyebabkan sejumlah fasilitas publik roboh serta pohon tumbang di berbagai titik.
Salah satu kerusakan terjadi pada Bale Pesandekan di Setra Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, yang roboh setelah diterjang angin kencang sekitar pukul 14.00 Wita. Saat kejadian, angin bertiup cukup kencang di sebagian besar wilayah Klungkung.
Bangunan bale pesandekan itu ambruk hingga rata dengan tanah. Tiang-tiang penyangga bangunan patah dan roboh, sementara genteng berserakan di sekitar lokasi. Tidak hanya itu, tiang lampu penerangan jalan di area setra juga ikut tumbang akibat terjangan angin.

Perbekel Aan, I Wayan Wira Adnyana, mengatakan bangunan yang roboh tersebut memiliki ukuran sekitar 4 x 6 meter.
“Bangunan Bale Pesandekan yang roboh luasnya sekitar 4 x 6 meter,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Kerusakan akibat angin kencang juga terjadi di wilayah lain. Bangunan bale gong di Pura Dalem Kauh Kemoning dilaporkan roboh hingga rata dengan tanah.
Selain merusak bangunan, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di sejumlah wilayah di Klungkung. Di Desa Paksebali, pohon kelapa tumbang dan menimpa bangunan yang berada di area Lapangan Tembak Paksebali.
Sementara di Desa Gunaksa, pohon kelapa tumbang hingga menimpa tembok rumah warga. Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Selat, di mana pohon tumbang melintang di tengah jalan utama Klungkung–Besakih sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas.
Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi selama beberapa hari ke depan, seiring pengaruh bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.
“Kami mengingatkan kepada warga untuk waspada terutama ketika berpergian ke luar rumah, mengimgat cuaca ekstrem,” demikian Kepala Pelaksana Harian BPBD Klungkung, Putu Widiada. (yan)








