
KLUNGKUNG – Sebanyak 12 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Klungkung yang bekerja di Uni Emirat Arab dan Kuwait dipastikan dalam kondisi aman pasca meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pemkab Klungkung melalui Dinas Ketenagakerjaan memastikan terus melakukan langkah antisipatif dengan memantau perkembangan situasi serta menjalin komunikasi intensif dengan keluarga para PMI di kampung halaman.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Klungkung, I Nyoman Sidang, dikonfirmasi Senin (2/3/2026), menyampaikan hingga saat ini belum ada laporan kondisi darurat dari para PMI tersebut.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, 12 PMI asal Klungkung yang bekerja di UEA dan Kuwait dalam kondisi aman. Kami terus berkoordinasi dan memantau perkembangan situasi,” ujar Sidang.
Meski situasi di Timur Tengah menjadi perhatian internasional, lokasi tempat para PMI bekerja disebut relatif jauh dari titik terdampak langsung. Namun demikian, kewaspadaan tetap dikedepankan.
Disnaker Klungkung juga telah melakukan pendataan ulang dan memastikan jalur komunikasi dengan para PMI maupun keluarga tetap aktif. Koordinasi turut dilakukan dengan kementerian terkait perlindungan pekerja migran serta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali guna memperoleh informasi resmi dan terkini.
“Kami tidak ingin keluarga cemas. Karena itu komunikasi terus kami lakukan agar tetap tenang sambil menunggu update resmi,” tegasnya.
Sementara itu, minat warga Klungkung menjadi PMI masih cukup tinggi. Pada tahun 2026 tercatat 90 warga telah mengantongi e-PMI. Hingga akhir 2025, total PMI asal Klungkung tercatat sebanyak 780 orang.(yan)








