
KLUNGKUNG – Bencana abrasi Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung menyebabkan 12 kepala keluarga dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 45 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Rumah mereka hancur lantaran diterjang gelombang pasang. Mirisnya diantara mereka ada yang sama sekali tidak punya lahan atau pekarangan yang aman untuk membangun kembali tempat tinggal.
Di tengah keprihatinan, Pemkab Klungkung hadir mencarikan solusi, setelah Wakil Bupati (Wabup) Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra mewakili Bupati turun langsung melihat kondisi warga.
Tjok Surya mengambil Langkah cepat dengan menggelar rapat koordinasi terbatas (Rakortas) melibatkan pihak terkait, Jumat (30/1/2026) di ruang rapat kantor BPBD Klungkung.
Dalam arahannya, Wabup Tjokorda Gde Surya Putra menyampaikan sebanyak 12 Kepala Keluarga (45 jiwa) yang terdampak abrasi rencananya akan direlokasi ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah daerah juga akan mengupayakan bantuan melalui Dana Bantuan Tidak Terencana (BTT).
“Lahan milik Pemerintah Provinsi Bali seluas kurang lebih 5 are yang berada di sekitar TK Negeri Desa Kusamba akan kita mohonkan untuk pembangunan perumahan warga terdampak. Statusnya nanti pinjam pakai,” jelasnya.
Perbekel Desa Kusamba memastikan warga terdampak yang masih memiliki lahan pribadi agar dapat dibangun kembali rumahnya dengan bantuan pemerintah. Dengan demikian, bantuan lahan dari Pemerintah Provinsi Bali dapat lebih difokuskan bagi warga yang benar-benar tidak memiliki lahan.
Perbekel Desa Kusamba melaporkan bahwa terdapat 9 unit rumah warga yang terdampak abrasi, yang dihuni oleh 12 KK (45 jiwa). Dari jumlah tersebut, 7 rumah mengalami rusak berat dan tidak dapat ditempati, sedangkan 2 rumah lainnya masih ditempati meskipun telah kemasukan air laut. (yan)








