
GIANYAR – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gianyar sepanjang 2025 mencapai 1.935 kasus dan memakan tiga korban jiwa, memaksa pemerintah daerah memperkuat gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai langkah utama pencegahan.
Meskipun tren kasus terus menurun sejak pertengahan tahun, Dinas Kesehatan Gianyar menegaskan kewaspadaan tidak boleh kendor.
Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni menyampaikan, sebagai upaya pencegahan, Pemkab Gianyar telah mengeluarkan Surat Edaran Sekda pada 17 Januari 2025 tentang Gerakan Antisipasi Lonjakan DBD melalui PSN 3M Plus. Seluruh perbekel dan lurah diinstruksikan menggerakkan masyarakat melakukan PSN secara berkelanjutan, meningkatkan pengawasan di wilayah kasus, serta bekerja sama dengan puskesmas untuk pemeriksaan jentik, penyuluhan, dan memastikan lingkungan tetap bebas jentik.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan penyelidikan epidemiologi, pengadaan larvasida, fogging fokus, promosi kesehatan, serta memperkuat pelaksanaan PSN di tingkat rumah tangga.
Ia menekankan pengendalian DBD tidak bisa hanya mengandalkan petugas kesehatan. Peran masyarakat menjadi faktor paling krusial mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, menguras dan menutup penampungan air, mendaur ulang barang bekas, memasang kawat kasa, memelihara ikan pemakan jentik, hingga menggunakan larvasida pada tempat berpotensi jentik.
“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat menentukan. Harapannya, dengan gerakan PSN yang kuat, angka kasus dapat terus ditekan hingga akhir tahun dan tidak terjadi lonjakan kembali di masa mendatang,” tandas Ariyuni
Data Dinas Kesehatan Gianyar mencatat, kasus DBD sempat melonjak pada Januari–April, masing-masing 189 kasus, 296 kasus, 304 kasus, dan mencapai puncak 331 kasus pada April. Setelah itu, jumlahnya perlahan menurun, 278 kasus pada Mei, 172 kasus pada Juni, 138 kasus pada Juli, 100 kasus pada Agustus, 51 kasus pada September, 44 kasus pada Oktober, dan 32 kasus pada November.(dar,yan)








