
KLUNGKUNG – Nusa Penida Festival (NPF) 2025 tidak hanya menghadirkan kemeriahan dan hiburan bagi wisatawan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem bawah laut.
Melalui kegiatan konservasi berupa pelepasan tukik dan penanaman terumbu karang, festival tahunan ini menegaskan perannya sebagai ajang edukatif dan inspiratif yang menyatukan pariwisata dan pelestarian alam.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pantai Tanjung Kerambitan, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Minggu (9/11/2025). Suasana pantai pagi itu terasa Istimewa, di bawah sinar matahari yang hangat antusiasme peserta yang terdiri atas anak-anak, komunitas pecinta lingkungan, pelajar, dan wisatawan ikut serta melepas tukik ke laut.
Tidak terkecuali, Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, Sekda Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, Ketua TP PKK Klungkung, Nyonya Eva Satria, Sekretaris I TP PKK, Nyonya Kusuma Surya Putra, serta berbagai komunitas dan pegiat lingkungan di Nusa Penida ikut berbaur dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Satria menegaskan kegiatan konservasi laut ini bukan sekadar pelengkap agenda festival, tetapi merupakan jiwa dan nilai utama dari Nusa Penida Festival itu sendiri.
“Pelepasan tukik dan penanaman terumbu karang adalah bentuk nyata kepedulian kita terhadap lingkungan. Ini menunjukkan bahwa Nusa Penida Festival tidak hanya berfokus pada hiburan dan promosi wisata, tetapi juga menjadi media edukasi dan aksi nyata untuk menjaga kelestarian ekosistem laut yang sangat rentan di kawasan ini,” ujar Bupati Satria.
Ia menambahkan, keberhasilan pariwisata berkelanjutan tidak bisa dilepaskan dari kesehatan alam laut Nusa Penida, yang selama ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Menjaga laut berarti menjaga masa depan pariwisata kita. Kalau laut rusak, keindahan bawah laut yang menjadi kebanggaan Nusa Penida akan hilang. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus digelorakan,” imbuhnya.
Pelepasan ratusan tukik ke laut menjadi momen yang penuh makna. Setiap tukik kecil yang meluncur ke tengah laut membawa harapan akan kehidupan baru di alam bebas, sekaligus simbol semangat melindungi warisan ekosistem laut bagi generasi mendatang.
Sementara kegiatan penanaman terumbu karang dilakukan di sekitar perairan Tanjung Kerambitan dengan melibatkan komunitas penyelam lokal dan pegiat konservasi. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan ekosistem laut yang rusak akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim.
Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Ni Made Sulistiawati menambahkan kegiatan konservasi sudah menjadi agenda tetap dalam setiap penyelenggaraan festival.
“Kami ingin agar setiap kegiatan wisata memiliki makna, tidak hanya seremonial. Lewat pelepasan tukik dan penanaman terumbu karang, kami ingin menanamkan nilai bahwa wisata dan konservasi harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Nusa Penida sendiri dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut yang luar biasa, termasuk habitat ikan mola-mola, pari manta, dan taman karang yang menakjubkan. Dengan berbagai program konservasi seperti ini, pemerintah daerah berharap keindahan alam bawah laut Nusa Penida dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata bahari berkelanjutan kelas dunia. (yan)








