
KLUNGKUNG – Pasca musibah pohon gepah tumbang yang menelan korban jiwa di area Pura Segara Penataran Ped, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, pengempon pura menggelar ritual guru piduka dan bendu piduka sebagai bentuk permohonan maaf dan penyucian alam niskala.
Upacara ini digelar untuk memulihkan keseimbangan spiritual di kawasan pura yang menjadi salah satu tempat suci paling disegani di Nusa Penida.
Ketua Pengempon Pura Penataran Ped, Si Ketut Sukarta, Kamis (6/11/2025) menyampaikan, berdasarkan petunjuk sulinggih, disarankan agar melaksanakan upakara penyucian areal pura sekaligus memohon maaf kehadapan-Nya atas segala sesuatu yang menyebabkan terganggunya keharmonisan alam sekala maupun niskala.
Si Ketut Sukarta juga menyampaikan dalam waktu dekat akan digelar upacara pecaruan.
Baca juga : Pohon Tumbang Timpa Umat Saat Purnama di Pura Ped, Satu Tewas dan Lima Luka-Luka
“berdasarkan petunjuk Ida Anak Lingsir (sulinggih), hari ini digelar upacara guru piduka, bendu piduka. Upakara selanjutnya masih dicarikan hari baik, yang jelas upacara berikutnya tidak boleh lewat dari satu bulan,” tandas Si Ketut Sukarta.
Sementara itu, Jajaran Polsek Nusa Penida di bawah pimpinan Kapolsek Nusa Penida AKP I Ketut Kesuma Jaya, S.H. melaksanakan pengamanan dan pendampingan proses pemberangkatan korban peristiwa tumbangnya pohon Gepah Agung di kawasan Pura Penataran Ped.
Korban diberangkatkan melalui dua jalur laut, masing-masing menggunakan Kapal Roro Nusa Jaya Abadi dari Pelabuhan Nusa Penida menuju Pelabuhan Padang Bai, Karangasem serta speed boat dari Pelabuhan Sampalan menuju Padang Bai.
Adapun korban yang diberangkatkan yakni:
- Ni Ketut Suarti (64) warga Dusun Swelagiri, Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung. (Meninggal Dunia)
- I Wayan Lilar (65) warga Dusun Swelagiri, Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung.
- Ni Kadek Rumiani (36) warga Dusun Swelagiri, Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung.
- Sunarmi Liaturrofiah (20) warga Dusun Swelagiri, Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung.
- I Wayan Sudiasa (40) warga Dusun Swelagiri, Banjarangkan, Klungkung.
“Kami pastikan seluruh proses pemberangkatan berjalan dengan aman dan lancar. Personel kami hadir di setiap titik pelabuhan untuk membantu keluarga korban dan memastikan tidak ada hambatan selama proses berlangsung,” ujar Kapolsek.
Tiba di Klungkung daratan, jenazah Ni Ketut Suarti dititipkan sementara waktu di RSU Sanjiwani Gianyar, mengingat penitipan jenazah di RSU Klungkung penuh.
Menurut Perbekel Desa Aan, Wayan Wira Adnyana, jenazah korban rencana bakal diaben namun masih menunggu hari baik.
“Desa Aan belum bisa melaksanakan upacara ngaben karena ada pujawali di Pura Kentel Gumi,” ungkap Wira Adnyana. (yan)








