
KLUNGKUNG – Kondisi bangunan induk Sekolah Dasar Negeri (SDN) Besan di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, memprihatinkan.
Sejumlah ruang kelas dan fasilitas utama mengalami kerusakan parah hingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru dan orang tua siswa, terutama saat musim hujan atau terjadi gempa.
Bangunan utama sekolah yang meliputi ruang kelas V, ruang kelas VI, perpustakaan, ruang guru, dan toilet, lapuk di beberapa bagian. Banyak kayu penyangga dan kap bangunan sudah rapuh dimakan usia.
Dalam kondisi seperti itu, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan segala keterbatasan. Kepala SDN Besan, Wayan Yudiartana, mengatakan pihak sekolah berusaha melakukan penanganan darurat agar bangunan tidak ambruk.
“Untuk sementara kami akali dengan menyambung kap bangunan supaya bisa bertahan sampai bantuan perbaikan dari pemerintah turun,” ujarnya belum lama ini.
Namun, Yudiartana tak menampik rasa was-was selalu menyelimuti para guru setiap kali hujan deras mengguyur wilayah itu. Demi keselamatan siswa, pihaknya bahkan kerap memindahkan kegiatan belajar ke area teras sekolah.
“Mudah-mudahan tidak sampai terjadi sesuatu. Kalau hujan kami merasa was-was, siswa kami suruh belajar di teras agar lebih mudah memantau situasi,” ucapnya dengan nada khawatir.
Menurut Yudiartana, Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Dinas Pendidikan telah menjanjikan akan melakukan perbaikan terhadap bangunan sekolah tersebut. Meski demikian, prosesnya masih menunggu tindak lanjut dari hasil pengajuan dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Ia menjelaskan, usulan perbaikan sudah disampaikan, namun sempat mengalami kendala teknis dalam penginputan data. Awalnya, pihak sekolah memasukkan kondisi bangunan sebagai rusak berat. Namun, karena ada perbedaan indikator penilaian dari pemerintah pusat, status itu akhirnya diubah menjadi rusak sedang.
“Waktu itu saya sempat salah memasukkan data di Dapodik. Saya input sebagai rusak berat, tetapi pemerintah pusat punya indikator tersendiri untuk kategori itu. Akhirnya saya ubah lagi menjadi rusak sedang,” terang Yudiartana.
Ia juga menegaskan, kondisi bangunan sekolah yang rusak bukan hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru.
SDN Besan menjadi salah satu sekolah dasar di wilayah Klungkung yang membutuhkan perhatian serius. Usia bangunan yang sudah puluhan tahun serta minimnya perawatan menyebabkan kondisi fisik sekolah semakin menurun.
Masyarakat dan komite sekolah turut berharap agar proses perbaikan dapat segera direalisasikan.Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Ketut Sujana dikonfirmasi, Minggu (2/11/2025) membenarkan SDN Besan mengusulkan perbaikan bangunan induk dan sudah berproses.
“Kami sudah sempat mengusulkan ke pusat, tahun lalu masih rusak ringan tapi sudah diusulkan lagi.Tahun 2025 ini sebenarnya bisa dapat tapi karena status lahannya belum jelas, kami harapkan tahun 2026 mudah-mudahan status lahan sudah beres dan dapat bantuan,” kata Sujana. (yan)








