
KLUNGKUNG – Peta politik internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Klungkung bergerak dinamis menjelang penentuan Ketua DPC. Nama mantan Bupati Klungkung dua periode, I Nyoman Suwirta, mencuat sebagai kandidat baru setelah diusulkan melalui rapat pleno PAC Dawan.
Kehadirannya langsung menimbulkan potensi tarik-menarik dua arus besar dalam tubuh banteng moncong putih, kelompok konservatif yang menekankan senioritas dan loyalitas kader, versus kelompok progresif yang lebih mengutamakan elektabilitas personal.
Suwirta, yang kini menjabat Ketua Komisi IV DPRD Bali, dinilai sebagian kader masih memiliki basis elektoral kuat meski tidak lagi menjabat bupati. Jejak kepemimpinannya selama 10 tahun di Klungkung dianggap memberi “daya jual politik” yang masih relevan.
Namun, suara kritis juga muncul. Bagi sebagian kader, Suwirta masih tergolong pendatang baru di PDIP, sehingga loyalitasnya dinilai belum teruji. Mereka menekankan, kursi Ketua DPC bukan sekadar soal popularitas, tetapi juga kesetiaan pada garis partai.
“Memang sesuai aturan partai, rapat pleno PAC boleh mengusulkan dua nama calon ketua DPD dan tiga nama calon ketua DPC. Hasil pleno itu nanti disampaikan ke DPP melalui DPC dan DPD,” jelas Sekretaris DPC PDIP Klungkung, Sang Nyoman Putrayasa, Senin (15/9/2025). (yan)








