
KLUNGKUNG – Nama Anak Agung Gde Anom, yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPC PDIP, tidak muncul saat pleno PAC PDIP untuk pengusulan calon ketua DPC.
Bagi Gung Anom, sapaan akrab Anak Agung Gde Anom, hilangnya nama dia di bursa pengusulan kandidat ketua DPC pada pleno PAC PDIP Dawan, sangat menghargai aspirasi kader di tingkat ranting.
“Setiap aspirasi yang muncul kita hormati,” katanya singkat.
Meski demikian, Gung Anom menyatakan tetap menghormati mekanisme partai dan kepercayaan partai.
“Kalau partai masih menugaskan saya, saya siap melanjutkan dan bekerja secara maksimal,” ujarnya.
Politisi senior PDIP ini tercatat cukup berhasil menukangi PDIP di Klungkung. Hal itu terlihat dari hasil Pemilu 2024, dimana PDIP di Klungkung berhasil mendongkrak perolehan kursi di DPRD Klungkung, dari 9 kursi menjadi 12 kursi.
Sementara nama I Nyoman Suwirta juga muncul sebagai kandidat Ketua DPC PDIP Klungkung. Menanggapi usulan namanya, Suwirta mantan bupati Klungkung dua periode ini memilih merendah. Kepada wartawan ia menegaskan tidak memiliki ambisi pribadi untuk duduk di struktur partai. Faktor kesehatan disebut menjadi pertimbangannya. Namun, ia memastikan siap bekerja maksimal demi partai.
“Saya sampaikan terima kasih kepada yang mendukung. Tapi saya sudah sampaikan ke Pak Koster, tidak punya ambisi untuk duduk di struktur partai. Tapi urusan pekerjaan demi nama baik partai, saya siap,” ujar Suwirta, Senin (15/9/2025).
Bursa Ketua DPD PDIP Bali
Selain perebutan kursi Ketua DPC, pleno PAC juga menghasilkan tiga nama kandidat Ketua DPD PDIP Bali. Nama inkamben Wayan Koster muncul di empat PAC (Klungkung, Banjarangkan, Dawan, dan Nusa Penida). Made Mahayastra, Bupati Gianyar, didukung tiga PAC (Klungkung, Banjarangkan, dan Nusa Penida). Sedangkan Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, hanya diusulkan PAC Dawan.
Ujian Soliditas Banteng Klungkung
Konfigurasi ini menegaskan bahwa PDIP Klungkung sedang menghadapi ujian soliditas. Tarik-menarik antara loyalitas dan elektabilitas bisa memicu gesekan internal jika tidak dikelola dengan baik. Namun, keputusan akhir tetap ada di tangan DPP.
Apakah banteng Klungkung akan tetap di jalur konservatif dengan mengedepankan senioritas, atau memberi ruang pada figur dengan modal elektoral kuat, menjadi babak penting yang akan menentukan arah politik PDIP di Kabupaten Klungkung ke depan. (yan)








