
KLUNGKUNG – Pemkab Klungkung melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan menggelar Festival Literasi yang pertama tahun 2025. Festival dengan melibatkan siswa TK hingga jenjang SMP bakal digelar selama tiga hari, sejak 19-21 Juni 2025 di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe.
Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini seperti Lomba Jejak Literasi, Lomba Kriya Pembuatan Layang layang, Lomba Baligrafi, , Lomba Hasta Karya, Lomba Karaoke Pengukuhan Duta Literasi, Peluncuran E-Book Saput Agung, serta hiburan setiap malam hari oleh penyanyi lokal Bali.
Guna mematangkan jalannya festival, pihak penyelenggara mengadakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde surya Putra,Senin (16/6) bertempat di ruang rapat Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Rapat digelar dalam rangka memperkuat koordinasi dan kesiapan masing masing perangkat daerah dan pihak event organiser (EO) dalam penyelenggaraan festival yang baru pertama kali digelar.
“Semua yang terlibat dalam event ini harus bekerja dengan maksimal. Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban pihak EO selain dengan kepolisian dan Satpol PP, supaya berkoordinasi juga dengan Pecalang setempat,” pinta Tjokorda Gde Surya.
Ia menambahkan, kantong- kantong parkir supaya diantisipasi jika pengunjung datang membludak. Tjok Surya meminta di setiap kegiatan yang diadakan harus selalu bersih baik di awal kegiatan maupun usai kegiatan.
“Mengingat ini merupakan festival pertama, saya meminta performa festival supaya dimaksimalkan,” tegas Wabup yang akrab disapa Tjok Surya ini.
Lebih lanjut pihaknya mengingatkan, UMKM yang akan ikut berpartisipasi dalam festival tersebut adalah UMKM yang sudah dikurasi oleh panitia festival. Lewat festival ini pula Wabup Tjok Surya berharap pahlawan nasional asal Klungkung Ida Dewa Agung Jambe bisa semakin dikenal oleh masyarakat terutama oleh anak anak sekolah dan anak didik usia dini di Klungkung.
Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Komang Wisnuadi melaporkan festival mengambil tema ” Makuta Pustaka Mahottama” yang bermakna literasi adalah mahkota utama kecerdasan menuju Klungkung Mahottama.
Melalui festival ini diharapkan bisa membangkitkan gerakan literasi terutama berbasis kearifan lokal berkaitan dengan pahlawan, sejarah, seni budaya di Klungkung serta dapat meningkatkan tingkat kegemaran membaca dan indeks pembangunan literasi masyarakat.
“Semua kegiatan berbasis budaya lokal Klungkung,” demikian Komang Wisnuadi. (yan)








