
KLUNGKUNG – Pemkab Klungkung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) berupaya secara berkesinambungan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing tinggi, salah satunya melalui program pelatihan keterampilan hidup (life skill).
Tahun 2025, Dinas Ketenagakerjaan kembali mengadakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi housekeeping dan F&B Departemen angkatan VI bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara gratis. Pihak penyelenggara membuka kuota sebanyak 14 orang.Namun hingga Senin (9/6), kuota baru terisi sebanyak 8 orang, ke semuanya berasal dari tiga kecamatan di daratan.
Pihak penyelenggara awalnya menjadwalkan pendaftaran ditutup 30 Mei 2025.Namun karena kuota masih tersisa, penyelenggara memperpanjang jadwal pendaftaran hingga akhir Juni ini.
Kadis Ketenagakerjaan Wayan Sumarta dikonfirmasi,Selasa (10/6) menyampaikan,pihaknya terpaksa kembali bersurat ke desa agar kembali mensosialisasikan program pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemkab Klungkung secara gratis.
Dari hasil penelusuran Dinas Ketenagakerjaan, belum terpenuhinya kuota disebabkan lantaran berbagai hal, salah satunya ada beberapa desa terlambat membuka surat yang dikirim secara elektronik. Sehingga sosialisasi ke masyarakat pun jadi tidak maksimal.
“Kami akhirnya jemput bola selain bersurat kembali juga turun langsung ke desa menyampaikan program ini agar kembali disosialisasikan,” kata Sumarta.
Pihaknya juga mengevaluasi,untuk kedepan sosialisasi selain ke desa-desa juga akan masuk melalui sekolah-sekolah. Khusus di Nusa Penida,kata Sumarta hasil penelusuran dirinya, warga Nusa Penida banyak yang sudah kerja di sektor pariwisata seperti menjadi sopir angkutan wisata.
Meski demikian,Sumarta mendorong warga Nusa Penida tidak sebatas jadi sopir angkutan wisata, dirinya berharap warga meningkatkan kompetensi dengan memanfaatkan peluang ikut pelatihan secara gratis yang diadakan oleh Pemkab Klungkung.
“Kami tetap akan turun ke Nusa Penida mensosialisasikan program ini.Kami mendorong warga terus meningkatkan kompetensinya, terlebih Nusa Penida sebagai barometer pariwisata Klungkung yang sedang berkembang pesat,”demikian Sumarta.
Rencananya pelatihan akan dimulai awal Juli bulan depan. Sebelumnya Sumarta menyampaikan, sejak tahun 2019 total ada 95 orang calon PMI diberikan pelatihan. Mereka yang sudah memiliki keterampilan, sebanyak 30 orang sudah beberapa kali naik (bekerja) di kapal pesiar.Sisanya sebagian ada yang masih mengurus dokumen dan ada juga gagal dalam tes.
Sementara untuk pelatihan terapis, sejak tahun 2022 total sudah ada 60 orang yang dilatih.Dari jumlah itu sebanyak 40 orang sudah difasilitasi bekerja di luar negeri. Sebanyak 10 orang bekerja di dalam negeri. (yan)








