
KLUNGKUNG – Kabupaten Klungkung memiliki kekayaan kuliner tradisional salah satunya sate ikan tuna, selain sayur serombotan yang sudah dikenal masyarakat Bali.
Serangkaian Festival Semarapura ke-7, panitia mengadakan lomba mengolah sate ikan tuna, pesertanya berasal dari siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Klungkung, kecuali Kecamatan Nusa Penida yang tidak ikut dalam lomba ini.
Sebanyak 12 SMP dari tiga kecamatan ambil bagian dalam lomba membuat sate ikan tuna yang digelar Selasa (29/4/2025) di depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya melestarikan kuliner lokal dan mempererat kebersamaan antar pelajar. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung, Ketut Sujana, mengatakan masing-masing sekolah membawa dua kilogram adonan sate tuna atau luluh sate yang akan dililit dan diolah langsung di lokasi lomba. Total adonan yang digunakan dalam kegiatan ini mencapai 24 kilogram.
“Kita juga ingin mempromosikan gerakan makan ikan, karena sate ini bagian dari tradisi kita. Dari mulai mengadon, mengukur adonan, hingga teknik ngebet dan mengenali tingkat kematangan sate, semua kita ajarkan. Setelah selesai, kita akan cicipi bersama para pengunjung,” ujar Sujana.
Salah satu peserta dari SMPN 3 Dawan, I Gede Eka Ega Putra, menyampaikan persiapan adonan telah dilakukan sejak sehari sebelumnya.
“Kami membuat luluh sate sebanyak dua kilogram di rumah. Ada lima siswa yang mewakili sekolah, termasuk Bapak Kepala Sekolah juga ikut membantu membuat adonan,” jelasnya.
Ia menambahkan proses pembuatan berjalan lancar tanpa kendala.Sebagai bentuk dukungan, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung memberikan bantuan sebesar Rp200.000 kepada setiap peserta parade ngebet sate massal. Dinas Pendidikan memberikan bantuan masing-masing Rp100.000 kepada 12 peserta, dan Dinas Kebudayaan juga turut memberikan bantuan Rp200.000.
Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini dapat menjadi ajang edukatif memperkenalkan siswa pada kekayaan kuliner tradisional daerah. (yan)








