
KLUNGKUNG – Serangkaian HUT Kota Semarapura dan Hari Puputan Klungkung. Pemkab Klungkung bakal menggelar Festival Semarapura ke-7, 27 April -1 Mei 2025.
Festival Semarapura yang sudah masuk ke dalam kegiatan Karisma Event Nasional (KEN) dari Kemenparekraf, akan diisi berbagai kegiatan seperti jalan sehat, pentas seni budaya, pameran ekonomi kreatif (ekraf) dan UMKM.
Karena Festival Semarapura melibatkan keramaian, pedagang, kuliner, yang akan menghasilkan volume sampah sangat banyak, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Klungkung Ni Made Sulistiawati meminta kepada peserta pameran ekraf dan UMKM agar mengelola sampah secara mandiri.
Meskipun kata Sulistiawati pihak panitia sudah menyiapkan tong-tong sampah. Termasuk meminta peserta UMKM dan kuliner membatasi penggunaan plastik.
“Kami sudah tekankan kepada Kadis koperasi agar peserta pameran disiplin dan secara mandiri dalam pengelolaan sampah serta meminimalisir penggunaan sampah plastik.Nanti dalam surat undangan, kami juga akan meminta agar undangan menyediakan tumbler,” tandas Sulistiawati saat jumpa pers, Minggu (20/4/2025).
Sulistiawati menambahkan, pada Festival Semarapura ke-7 memberikan ruang lebih kepada sumber daya lokal seperti seniman, pelaku UMKM serta pemusik lokal. Termasuk penyandang disabilitas disiapkan stand untuk memamerkan kerajinan tangan mereka.
Kepala Dinas Kebudayaan Ketut Suadnyana menyampaikan, Festival Semarapura ke-7 berusaha menyeimbangkan antara ruang seni dan budaya dengan pentas kontemporer.
“Seni dan budaya di hulunya dan pariwisata di hilirnya sebagai pengguna seni dan budaya, kami sudah seimbangkan pada festival kali ini.Setiap hari selama festival berlangsung ada kegiatan pentas seni dn budaya,” kata Suadnyana.
Suadnyana mengungkapkan beberapa kegiatan pentas seni selama festival yang mengusung tema Nayaka Maetala Udaya seperti pentas Tari Rejang Taksu Buana memeriahkan saat pembukaan festival. Fragmen Semara Langonjali, Nyurat Aksara Bali, Ngebek Sate Massal, Fragmen Petopengan mengambil lakon Sunda Upasunda,parade Gong Kebyar anak-anak dan dewasa.
“Kami juga mengakomodir dan memberikan ruang kepada generasi muda dengan mengadakan pentas grand final jegeg bagus. Fashion show, Musik Ekraf Solo.Sehingga tidak ada kesan festival ini hanya untuk golongan tua tapi juga anak muda,” demikian Ketut Suadnyana.
Sementara itu Bupati Klungkung I Made Satria yang juga ikut dalam jumpa press menyampaikan, dirinya sejakawal sudah menekankan kepada pihak panitia agar mengedepankan sumber daya lokal, sehingga perputaran ekonomi itu dirasakan oleh warga Klungkung.
“Mulai dari seniman, artis lokal agar terwadahi. Saya ingin memberdayakan potensi lokal agar ekonomi berputar secara lokal. Konten agar lebih berkualitas dan variatif memperkenalkan hal-hal yang baru tidak menoton,” ungkap Bupati I Made Satria didampingi Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra.
Festival Semarapura ini akan melibakan 122 pelaku UMKM. Mereka disediakan stand,40 stand untuk pameran kria dan 82 stand untuk UMKM. Festival Semarapura ke-7 rencana dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Widiyanti Putri Wardana. (yaan)








