
PUNJAB— Tokoh spiritual dan aktivis perdamaian asal Indonesia, Ida Rsi Putra Manuaba, memberikan ceramah inspiratif dalam rangkaian Global Monologue Series bertajuk Gandhian Values and Their Relevance for the Youth and Women in the Future. Acara ini digelar, Rabu (9/4/2025) di Hans Raj Mahila Maha Vidyalaya, salah satu kampus wanita tertua di Punjab yang tahun ini akan genap berusia 100 tahun.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program TitiBanda Shantisena Sanggam, yang diadakan di berbagai kampus besar di wilayah Punjab.
Dalam kesempatan tersebut, turut ditampilkan pertunjukan budaya berupa tarian Bali oleh Cinta Savitri, Yuda Ramadika, dan Wira Arya—para mahasiswa yang tengah menempuh kursus singkat di Patanjala Yoga Kendra Rishikesh dan Lovely Professional University, Jalandhar. Penampilan ini memperkuat semangat Melali Metimpal Metimpal Meyadnya, visi global dari gerakan Shantisena.
Dalam ceramahnya yang dihadiri oleh lebih dari 300 mahasiswi, penerima Jamnalal Bajaj International Award 2011 dan Padma Shri Award 2020 dari Presiden India itu menekankan pentingnya nilai-nilai Gandhian sebagai fondasi moral dan spiritual dalam menghadapi tantangan zaman modern, khususnya bagi generasi muda dan perempuan.
“Hidup tidak hanya untuk para pemenang, tetapi juga bagi mereka yang pernah kalah,” ujar Ida Rsi Manuaba dalam siaran pers yang diterima wartabalionline.com, Sabtu (12/4/2025).
Ia menyoroti kecenderungan masyarakat modern yang hanya memuliakan kesuksesan, tanpa memberi ruang bagi refleksi atas kegagalan.
“Setiap kegagalan membuktikan bahwa seseorang telah mengambil tantangan dan berani mencoba. Kita harus memaafkan dan bersabar, karena dari sanalah kekuatan sejati muncul,” terang Ida Rsi Putra Manuaba.
Menurutnya, nilai kesabaran dan pengampunan adalah bagian dari kekuatan tak terlihat namun mendalam, seperti gaya gravitasi yang dirasakan oleh semua makhluk.
“Mari kita jangan hanya memberi pengakuan pada yang menang, tetapi juga dorongan pada mereka yang pernah gagal. Dunia ini milik kita semua,” imbuhnya.
Ceramah ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan spiritual dan akademik Ida Rsi Putra Manuaba di India, yang pada tahun ini telah mencakup hampir 20 kampus besar hingga 9 April 2025.
Kehadirannya semakin memperkuat jejaring Global Shantisena Network yang menggabungkan spiritualitas, seni, dan nilai-nilai kemanusiaan lintas bangsa. (yan)








