
BADUNG – Pertunjukan ogoh-ogoh tampil memukau wisatawan di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Rabu (2/4/2025). Ogoh-ogoh tersebut merupakan milik Sekaa Teruna (ST) yang ada di wilayah Kecamatan Kuta Selatan.
Untuk diketahui, gelaran bertajuk Festival Ogoh-ogoh GWK Cultural Park, dijadwalkan terselenggara selama beberapa hari. Yakni mulai dari tanggal 2 hingga 10 April 2025.
Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch Rossie Andriani mengatakan, pelaksanaan festival kali kelima itu terbilang sukses meningkatkan kunjungan di GWK Cultural Park. Pada hari pertama, bahkan berhasil menembus angka 10 ribu orang.
“Hari ini (Rabu) saja tiket untuk masuk ke area Festival Ogoh-ogoh telah terjual lebih dari 10 ribu. Mungkin juga karena bertepatan dengan Lebaran, sehingga libur panjang,” ungkap Rossie.
Libur panjang kali ini, sambung Rossie, sangatlah mempengaruhi tingkat kunjungan di GWK Cultural Park. Karena jika di hari biasa, rata-rata hanya mencapai 3 ribuan orang saja. Sementara pada Natal dan Tahun Baru, kunjungan tertinggi berada pada angka 8 ribuan. “Jadi kalau dibanding hari normal, naik dua kali lipat,” imbuhnya.
Diceritakan dia, sejak pertama kali digelar pada tahun 2019, Festival Ogoh-ogoh GWK Cultural Park terus mengalami perkembangan. Walau di tahun 2020, sempat ditiadakan dan diganti dengan Lomba Sketsa Ogoh-ogoh secara daring akibat pandemi Covid-19.
Pada tahun ini, sambung Rossie, festival lebih berfokus pada partisipasi banjar-banjar di wilayah Kuta Selatan. Festival dirangkaikan pula dengan bazar UMKM ‘MyMelali GWK Market’ pada area Lotus Pond.
Untuk diketahui pula, dalam festival tersebut juga dilakukan penilaian. Hasilnya, Juara I diraih oleh Sekaa Teruna Ekarnawa Yowana dari Banjar Pande Bualu, Juara II oleh Sekaa Teruna Bakti Dharma dari Banjar Kangin Pecatu, dan Juara III diraih oleh Sekaa Teruna Widya Dhaarma dari Banjar Tengah Pecatu. Sementara Juara Favorite diraih oleh Sekaa Teruna Dwi Graha Yowana dari Banjar Bale Kembar Bualu dan Sekaa Teruna Satya Yowana Jagadhita dari Banjar Wanagiri.
“GWK selalu berkomitmen untuk mendukung kelestarian budaya Bali. Kami menyediakan wadah bagi para seniman untuk berkolaborasi dan menampilkan karya terbaik mereka,” pungkasnya. (adi)








