
KLUNGKUNG – Kondisi jalan rusak di Nusa Penida memerlukan perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Klungkung. Pasalnya, Nusa Penida merupakan salah satu destinasi pariwisata Bali.
Persoalan inilah menjadi fokus perhatian Bupati Klungkung I Made Satria saat meninjau jalan rusak dan berlubang di sepanjang jalan Sebunibus sampai Bunga Mekar, Selasa (1/4/2025).
Bupati Satria memastikan bahwa perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama khusunya jalan- jalan menuju destinasi wisata segera ditangani tahun 2025 ini.
“Jalan-jalan menuju tempat pariwisata akan segera ditangani tahun ini. Proses tender sudah mulai dilakukan,” ujar Bupati Satria saat meninjau jalan Rusak di Desa Bunga Mekar.
Sementara dari data yang disodorkan Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Kabupaten Klungkung Gede Merta Jaya, kondisi jalan rusak meliputi jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten.
Total jalan nasional yang ada di Kabupaten Klungkung sepanjang 30,66 kilometer, diantaranya ada beberapa ruas dalam kondisi rusak.
Sedangkan jalan provinsi totalnya mencapai 12,69 kilometer.Nasibnya juga sama, ada sejumlah ruas kondisinya rusak mulai dari rusak ringan, sedang hingga parah. Setali tiga uang, jalan kabupaten dengan total 464,962 kilometer, sepanjang 83,695 kilometer diantaranya kondisinya rusak dan terancam tidak mendapatkan penanganan.
Merta Jaya menyatakan penanganan jalan yang rusak terkena imbas kebijakan efisiensi anggaran. Tahun ini, Pemkab Klungkung belum bisa melakukan penanganan secara maksimal.
Menurut Merta Jaya atas kondisi tersebut, pihaknya menggunakan pendekatan skala prioritas dalam penanganan jalan rusak di Kabupaten Klungkung.
Adapun jalan yang ditangani tahun 2025 seperti, pemeliharaan berkala pada ruas jalan Getakan-Bakas, Toyapakeh-Sebunibus, serta peningkatan jalan pada ruas jalan
Bunga Mekar-Pura Kalibun dan Sekartaji-Sedihing,Nusa Penida.
Pendekatan skala prioritas tersebut dilihat dari beberapa aspek,seperti tingkat kerusakan jalan, dampak terhadap mobilitas masyarakat serta jalan yang paling vital untuk aktivitas ekonomi dan sosial yang diutamakan mendapatkan penanganan.
“Solusi lainnya kami mencari sumber pendanaan alternatif dengan mengajukan permohonan dana BKK (bantuan keuangan khusus) ke Pemkab Badung,” tandas Merta Jaya, Senin (3/3/2025).
Ada 13 paket pekerjaan yang diusulkan mendapatkan bantuan keuangan khusus, 12 diantaranya merupakan penanganan jalan rusak dan satu paket pekerjaan normalisasi aliran sungai.(yan)








