
Pj Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika menghadiri rakor membahas masalah penanganan sampah
KLUNGKUNG – Pemerintah mengadakan rapat koordinasi nasional pengelolaan sampah tahun 2024, di Jakarta Kamis (12/12). Rapat mengundang gubernur, bupati/walikota seluruh Indonesia.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Anif Faisal Nurofig,mengusung tema Aksi Kolaborasi Nasional Penuntasan Pengelolaan Sampah.
Pada kesempatan itu pemerintah melalui Menteri Lingkungan Hidup, Anif Faisal Nurofiq menyampaikan pemerintah pusat sangat serius menuntaskan masalah sampah. Sebab, sampah membawa dampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan kehidupan manusia.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Sampah juga dapat menyebabkan kesehatan masyarakat menjadi terganggu serta dapat mempengaruhi tatanan kehidupan manusia setiap harinya.
Maka dari itu kata Anif, dengan diselenggarakannya rapat koordinasi ini diharapkan masing-masing komitmen pemerintah daerah bisa mendorong upaya dalam merubah pola pendekatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pemilahan sampah, terutama sampah organik dari hulu hingga hilir dari sumbernya. Pendekatan yang dapat dilakukan agar mencangkup berbagai aspek bersifat edukatif, praktis dan berbasis komunitas.
Penjabat (Pj) Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika didampingi Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Nyoman Sidang serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Gusti Ngurah Made Suarba,menyampaikan, selama ini sosialisasi tentang pemilahan sampah sudah dilakukan Pemkab Klungkung.
Tapi Jendrika minta sosialisasi itu agar lebih ditingkatkan dan digencarkan. Yang tidak kalah penting,sosialisasi itu harus dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, membangun budaya baru membiasakan diri memilah sampah dari dalam rumah tangga membutuhkan proses waktu yang tidak bisa serta merta.
“Edukasi tentang pentingnya memilah sampah dan dampaknya terhadap lingkungan perlu terus dilakukan baik ke sekolah-sekolah,lingkungan kerja, maupun melalui media dan media sosial,” tandas Jendrika.
Kampanye sosial melalui pembuatan video , poster dan selebaran tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga. Sehingga masyarakat terus terdorong supaya lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
“Penting juga penguatan peran komunitas seperti desa adat, desa dinas,sekaa truna dan komponen masyarakat lainnya,” imbuh Jendrika.
Masalah sampah kata mantan auditor PPATK ini, tidak semata menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan peran aktif masyarakat juga harus terus dibangun.
“Dengan membiasakan memilah sampah, maka akan dengan mudah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sampah daur ulang yang memiliki nilai ekonomi,” demikian Jendrika.
Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Nyoman Sidang menambahkan, pendekatan partisipatif yang sudah dilakukan meliputi sosialisasi pemilahan dan pendampingan ke rumah tangga, pelibatan tokoh masyarakat, kolaborasi lembaga, asosiasi dan univeristas melakukan pendekatan kepada penghasil sampah melalui program kelurahan saat ada KKN mahasiswa.
Melibatkan kader kesehatan di desa / kelurahan secara masif sebagai penyuluh di desa/kelurahan, menambah petugas penyuluh lingkungan hidup yg sesuai dengan bidang keilmuan.
Serta mengoptimalkan pelaksanaan Perda dan pararem di masing-masing desa adat tentang pengelolaan sampah. (yan)








