
Seorang petani garam tampak membersihkan dan peralatan mereka yang rusak akibat diterjang gelombang pasang Pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali
KLUNGKUNG – Gelombang pasang membawa batu-batu besar sehingga membuat hamparan pasir yang sudah dipetak-petak sebagai lokasi penggaraman dipenuhi batu berserakan serta palungan tempat proses pembuatan garam di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung hancur. Sudah seminggu ini petani garam di Desa Kusamba menganggur tidak bisa berproduksi.
Pantauan di Pantai Karangdadi, Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kamis (6/6/2024), batu masih tampak berserakan pada petak-petak tempat penggaraman. Tidak saja batu, lokasi penggaraman juga tertutup lumpur.
Gubug-gubug milik petani garam, setengahnya terkubur pasir laut. Puluhan palungan terbuat dari batang kelapa yang sudah berisi air tua yang merupakan bahan baku garam juga rusak parah. Pun dengan tunnel yakni peralatan untuk memproduksi garam dengan teknologi geoisolator pada bagian karet membran semua terkubur pasir.
Tunnel tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada Kelompok Petani Garam Sarining Segara, Desa Kusamba .
Salah seorang petani garam, Wayan Nuaya bersama istrinya Putu Puji tampak sibuk membersihkan dan memperbaiki peralatan yang rusak.
“Sudah sejak seminggu tidak bisa produksi,ombaknya naik sampai ke sini. Saya hampir setiap hari membersihkan batu yang berserakan di tempat penggaraman,” kata Putu Puji.
Ungkap Puji dalam dua hari sejak Selasa (4/6/2024) dan Rabu (5/6/2024) gelombang pasang mencapai puncak, ombak menghantam tanggul pantai hingga air laut sampai ke ujung jalan raya. Tanggul pantai yang pinggirannya dibangun jogging track,beberapa titik kondisinya hancur.
“Dua hari lalu sama yang kemarin ombaknya cukup besar air laut sampai ke pinggir jalan raya,” kata Puji.
Wayan Nuaya menambahkan, dalam beberapa hari kedepan dirinya belum bisa memproduksi garam karena harus membersihkan lahan lokasi penggaraman serta memperbaiki sejumlah palungan yang rusak.
“Sudah seminggu tidak bekerja. Setiap tahun pasti pernah terjadi seperti ini (ombak pasang). Kalau nelayan bilang ombaknya akan besar kami mulai was-was,” ungkap Nuaya pria asal Banjar Batur, Dusun Rame Desa Kusamba ini.
Nuaya mengaku tidak dapat merinci kerugian yang ia alami akibat cuaca laut yang tidak bersahabat. Nuaya juga mengatakan selama tidak membuat garam dirinya memilih bersih-bersih di lokasi penggaraman sekaligus mengamankan beberapa peralatan seperti pompa penyedot air luat agar terhindar dari terjangan ombak.
Sementara nelayan di Pantai Segara juga tidak bisa melaut. Ketut Subrata, salah seorang nelayan mengungkapkan Selasa (5/6/2024) hampir seharian terjadi ombak pasang sehingga nelayan tidak berani melaut.
Guna menghindari kerusakan lebih parah,nelayan di Pantai Kusamba mengikat sampan mereka dengan tali agar sampan tidak terhempas oleh terjangan ombak. (yan)








