
DENPASAR – Pengprov PBSI Bali merancang dua agenda try in atau uji coba di Bali bagi tim bulutangkis pra-PON Bali, sebelum tim ini mengikuti pra-PON yang digelar pada Agusus 2023 di Yogyakarta.
Dua uji coba tersebut salah satunya yakni masih menunggu kepastian dari pihak tim pra-PON bulutangkis Jawa Timur untuk datang ke Bali.
Seperti diutarakan Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Wayan Winurjaya, jika PBSI Bali melalui salah seorang Wakil Ketua Chandra Kusuma, sebenarnya sudah ada pembicaraan untuk mengundang tim bulutangkis pra-PON Jawa Timur ke Bali.
“Ya pak Chandra sudah menghubungi pihak Jawa Timur, tapi jawabannya PBSI Jawa Timur masih akan membahasnya dulu dengan pengurus lainnya. Jadi kami juga masih menunggu kepastian itu apakah Jawa Timur jadi datang apa tidak ke Bali untuk sparing,” kata Winurjaya saat dihubungi, Selasa (25/7/2023).
Rancangan agenda try in lainnya lanjut pria asal Bangli ini, 7 pebulutangkis putra dan 7 pebulutangkis putri penghuni tim bulutangkis pra-PON Bali yang berusia maksimal 21 tahun, sesuai aturan pra-PON bakal dihadapkan dengan para pebulutangkis Bali putra dan putri yang usianya diatasnya.
“Siapa lawan tanding itu nanti yang menentukan pihak Binpres dan para pelatih tim pra-PON Bali. Hanya saja untuk mencari pemain senior putra atau usianya yang diatas 21 tahun tidak begitu sulit dibandng dengan mencari sparing partner putri, Pasalnya, beberapa pemain pra-PON Papua lalu menjadi pelatih.Diantaranya yakni Made Pranita Sulistya Devi atau Ade yang kini melatih pebulutangkis diQatar,” terang Winurjaya.
Saat ini versinya, tim bulutangkis pra-PON Bali masih terus melakoni pelatihan provinsi (Pelatprov) sampai menjelang berlaga di pra-PON nantinya.
Mereka terus berlatih setiap hari pagi dan malam hari dan hanya libur sehari pada hari Minggu, setiap pekannya, (ari/jon)








