
DENPASAR – Salah seorang atlet cricket putri Bali, Anak Agung Istri Pranita Bastari yang kini mutasi ke Pengprov PCI atau KONI DKI Jakarta memiliki harga kompensasi Rp 100 juta.
Dana kompensasi tersebut sesuai aturan KONI Bali bakal dibagikan sesuai prosentasi kepada pihak organisasi di level provinsi, kabupaten/ kota asal atlet, KONI provinsi dan kabupaten/kota dimana atlet itu bernaung. Termasuk klub atlet tersebut jika ada.
Jumlah dana kompensasi itu diungkapkan Ketua Umum KONI Bali, IGN. Oka Darmawan. Dasar atau alasan kepindahan mutase Praita Bastari itu ke DKI Jakarta guna melanjutkan kuliahnya ke S2. Otomatis kualitasnya sebagai atlet cricket putri Bali berubah menjadi atlet cricket DKI Jakarta nantinya.
“Ya dasarnya Pranita Bastari pindah ke Jakarta sudah jelas untuk melanjutkan pendidikan dan tidak bisa kami halangi. Namun proses mutasi atau kepindahan itu sudah disepakati KONI dan Pemprov Bali dengan KONI dan Pemprov DKI Jakarta dengan dana kompensasi Rp 100 juta itu,” tutur Oka Darmawan di kantor KONI Bali, Senin (10/7/2023).
Meski demikian lanjut mantan Wakil Ketua I dan mantan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali tersebut, meski kehilangan Praita Bastari namun kekuatan cabang olahraga (cabor) cricket Bali tidak akan berkurang.
“Di cabor cricket banyak atlet baik putra maupun putri yang kualitas bagus termasuk para atlet cricket muda Bali. Artinya regenerasi kualitas atlet cricket di Bali mengalami perkembangan yang cukup pesat,” tegas Oka Darmawan.
Berangkat dari semua itu diakuinya, tim cricket Bali nantinya akan tetap memancang target prestasi karena tidak terpengaruh dengan mutasinya Pranita Bastari.
“Saya rasa cabor cricket Bali tetap optimis memberikan prestasi terbaik bagi Bali baik di ajang pra-PON 2023 maupun PON 2024,” tandas Oka Darmawan. (ari/jon)








