
KUTSEL – Apes menimpa Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung (Perumdam Badung). Belum 24 jam menghela nafas, pipa yang sebelumnya tertangani secara tuntas, sudah bocor kembali pada titik lainnya.
Tak ayal karenanya, masyarakat utamanya di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, harus lebih bersabar oleh kondisi belum normalnya suplai air bersih.
Direktur Teknik Perumdam Badung, Made Suarsa menuturkan, kebocoran kedua yang terjadi pada pipa 400mm di Jembatan Panjang Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai Jimbaran tersebut sesungguhnya sudah berhasil tertangani pada Selasa (6/6/2023) sekitar pukul 03.00 Wita.
Itupun sudah langsung disusul langkah pengaliran air dan pemadatan. Namun sekitar pukul 09.00 Wita, pipa kembali meledak pada titik yang berbeda.
Sayangnya, penanganan tidak serta merta bisa dilakukan. Mengingat kondisi air laut sedang dalam keadaan pasang. Ketika sudah surut, Suarsa memastikan pihaknya akan langsung melakukan langkah.
“Kali ini kami akan lakukan las cor di sepanjang pipa itu. Karena kita tidak mau hal yang sama terulang lagi. Begitu kita selesai tangani, ternyata bocor lagi di titik lainnya,” sebutnya.
Jika penanganan bisa terselesaikan pada Rabu (7/6/2023), maka Suarsa memperkirakan bahwa suplai baru bisa normal kembali pada dua hari setelahnya. Dengan kata lain, yakni pada Jumat (9/6/2023).
“Tapi pastinya, begitu air surut, itu akan langsung kami kerjakan,” sambungnya.
Sama seperti disampaikan sebelumnya, kebocoran berulang itu katanya terjadi akibat usia pipa yang terbilang berumur. Terlebih pipa baja itu berposisi pada lokasi pasang surut air laut, sehingga mudah keropos.
“Relokasi sudah kita rencanakan. Mudah-mudahan itu sudah bisa kita eksekusi dalam beberapa bulan ke depan. Pokoknya itu sebelum musim hujan, maksimal bulan September agar sudah selesai,” ungkapnya.
Dalam rencana relokasi dimaksud, sambung dia, juga akan dilakukan penggantian pipa dengan panjang sekitar 300 meter. Tentunya dengan menggunakan pipa yang tidak berbahan mudah korosi.
“Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 6-10 miliar,” ungkapnya menuturkan rencana relokasi naik setara badan Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai tersebut. (adi/jon)








