
DENPASAR – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026, di provinsi Bali tidak berjalan mulus. Kendati persiapan dan sosialisi masif dilakukan, permasalahan dan aduan masyarakat sangat tinggi. Tercatat Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) provisi Bali menerima 2.000 aduan.
Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasa, menyebutkan, aduan sudah diterima sejak bulan Mei 2026.
“Secara online di dashboard yang mengadu sebanyak 1.700 orang, sedangkan di Posko Disdikpora Bali melayani kurang lebih 300 aduan,” sebutnya di Denpasar, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, aduan masyarakat mulai dari mekanisme dan juga juknis SPMB, salah klik dalam memilih sekolah karena saat mendaftar menggunakan handphone, hingga belum diterima di sekolah yang dituju.
“Karena ada yang mungkin orang tuanya wori, ketakutan, anak saya itu akan sekolah di mana? Bagaimanakah mekanisme yang sekarang? Apakah sama dengan yang tahun lalu? Banyak yang pertanyaan seperti itu,” tuturnya.
Pernyataan-pertanyaan tersebut kemudkan dijawab oleh petugas baik Posko yang ada di sekolah maupun yang di Disdikpora Bali.
“Ada juga setelah diumumkan, menanyakan, saya kok bisa lulusnya di sekolah yang berbeda?” tuturnya.
Setelah dicek, lanjut dia, yang bersangkutan itu mengikuti dua jalur dalam SPMB Tahap I, yakni jalur prestasi olahraga dan jalur Tes Kemampuan Akademik (TKA). Ternyata dia menangkapnya di pilihan kedua.
“Kenapa? Karena sistem mendahulukan yang di prestasi olahraga. Selanjutnya, jika dilihat dari TKA, karena terakhir dia perhitungan TKA-nya, dia tidak masuk. Kenapa dia tidak masuk? Karena sudah duluan dia diplot di pilihan yang kedua di prestasi olahraga. Seperti itu yang bisa kami berikan statement kepada masyarakat,” katanya.
Disinggung terkait tindak lanjut dari aduan para orang tua siswa tersebut, pihaknya terlebih dahulu akan mengakomodir. Dalam artian, jelas dia, dilakukan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme SPMB tahun 2026.
“Kami akan searching dulu. Nanti dikaitkan dengan sekolah-sekolah yang kuotanya sedikit mendapat siswa. Di sana juga akan dilihat dari wilayah dan jarak terdekat dari siswa itu. Pendistribusiannya nanti,” tandasnya.
Pihaknya juga memastikan akan membuka posko setelah pengumuman SPMB Tahap II, yang akan berlangsung pada Kamis (9/7/2026) sore, pukul 17.00 WITA.
“Posko akan tetap buka, termasuk juga yang di sekolah. Karena di sana ada nanti lapor diri bagi yang sudah diterima. Silahkan lakukan lapor diri dan sebagainya,” pintanya. (*)








