
DENPASAR – Meski kini helatan Sirkuit Nasional (Sirnas) B sudah berjalan dengan baik di dua GOR yakni GOR Liga Bali dan GOR Bulutangkis Udayana.
Namun bagi PP PBSI ada dua GOR lainnya yang sangat tepat namun tak layak untuk tempat helatan even level nasional untuk bulutangkis. Dua GOR tersebut tak lain yakni GOR Lila Bhuana dan GOR Ngurah Rai.
“Iya kalau GOR yang bisa digunakan untuk even nasional bulutangkis yakni GOR Lila Bhuana dan GOR Ngurah Rai. Pertimbangannya karena dua GOR itu memiliki lokasi yang bagus di tengah kota Denpasar,” tutur Mimi Irawan, Bidang Turnamen Nasional dan Perwasitan PP PBSI di GOR Liga Bali, Rabu (10/5/2023).
Diakinya, hanya saja dua GOR itu tidak layak karena kondisinya bocor jika saat hujan.
“Ini sangat berbahaya kalau sampai ada pertandingan lalu pemain terpeleset. Pastinya akan membuat cedera. Kalau di GOR Lila Bhuana itu kalau tidak salah atasnya tidak tahu habis dipakai apa di bor tapi tidak ditutup lagi sehingga ada celah saat hujan. Di GOR Ngurah Rai juga bocor,” tambah Mimi Irawan.
Kalau soal tempat parkir kendaraan dinilainya sangat bagus karena luas. Apalagi jarak dua GOR sangat berdekatan.
“Fasilitas sarana pra sarana juga telah menunjang seperti tempat ganti pakaian atau toilet hanya tinggal di bersihkan dan di cat saja. Kalau di GOR Lila Bhuana itu bisa digunakan 3 line untuk bertanding sedangkan GOR Ngurah Rai bisa 4 sampai 5 line,” tambah Mimi Irawan.
Berangkat dari semua itu, untuk menghelat Sirnas level A dirinya belum berani merekomendasikan di Bali tahun depan, karena GOR yang ada masih kurang luas di luar GOR Lila Bhuana dan GOR Ngurah Rai Denpasar.
“Kalau di Sirnas B sekarang ini pesertanya cukup banyak karena yang bertanding pebulutangkis muda sehingga masih bisalah digunakan. Apalagi mereka banyak datang ke Bali karena disamping lokasinya dekat dari Pulau Jawa, juga para pebulutangkis datang juga sekaligus berlibur di Bali,” pungkas Mimi Irawan. (ari/jon)








