
DENPASAR – Meski Pengprov PABSI Bali sudah memiliki im bayangan angkat besi pra-PON, namun untuk menjadi tim definitif nantinya akan tetap diputuskan dalam Rapat kerja provinsi (Rakerprov).
Utamanya terkait dengan jumlah tim bayangan itu apakah akan ditambah dari jumlah yang ada atau tidak saat menjadi tim definitif. Pra-PON sendiri sudah dipuuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB PABSI beberapa waktu lalu.
Seperti diutarakan Ketua Umum Pengprov PABSI Bali I Wayan Bun Setiady didampingi Sekum I Made Purwita, pra-PON sendiri nantinya akan dikemas menjadi satu dengan Kejurnas dan akan dilangsungkan di Bandung, Jawa Barat pada 10-16 Juli 2023.
Dalam Rakerprov nanti akan dibahas siapa saja atlet dan pelatih yang masuk kriteria dan menghuni tim definitif PABSI Bali yang akan terlibat di pra-PON.
“Memang sekarang ini sudah ada tim bayangan dan sementara ada tiga nama yakni Ketut “Banat” Ariana, Dewa David serta Dewa Ayu Melly. Kemungkinan bisa jadi bertambah namun tergantung keputusan pada Rakerprov iyang melibatkan seluruh pengkab maupun pengkot PABSI seluruh Bali,” kata Bun Setiadi diamini Made Purwita di Denpasar, Minggu (29/1/2023).
Disebutkannya, ada kemungkinan akan memanggil lifter senior karena di angkat besi tidak ada batasan usia karena yang menentukan adalah kelas.
“Tapi kembali lagi nanti tunggu keputusan finalnya seperti apa di Rakerprov,” tegas Bun Setiady.
Sedangkan Made Purwita menjelaskan, Rakerprov sendiri diagendakan pada Februari mendatang sekaligus menentukan program pelatihannya seperti apa karena diakui, Bali benar-benar minim atlet untuk di nasional. Pasalnya saat ini mayoritas lifter Bali masih berusia remaja.
“Hanya Banat yang senior dan dia di PON Papua lalu hanya mendapat perunggu,” terang Purwita yang juga dokter gigi itu.
Pastinya lanjutnya, Bali akan tetap maksimal persiapan meski peta persaingan angkat besi di nasional saat ini kian ketat. Purwita mengakui, beberapa provinsi di Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Pulau Jawa saat ini menjadi sentra kekuatan nasional. Apalagi di pra-PON dan PON nanti rival kabarnya atlet-atlet yang disiapkan menuju olimpiade.
“Kami tetap semangat mencetak atlet potensial. Mayoritas kini sedang ditempat di Sentra PABSI Bali di GOR Lila Bhuana. Sementara Banat Ariana latihan di kampung halamannya di Jembrana,” tutup Purwita. (ari/jon)








