
DENPASAR – Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Bali yang baru saja terpilih Dr.Made Sumitra Chandra Jaya periode 2023-2027, bakal menghadapi tantangan berat di pra-PON.
Meskipun acuan hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai tahun 2022 lalu, Bali menyabet 4 medali emas. Terpenting MI Bali bertekad akan bekerja keras untuk memberikan yang terbaik di pra-PON nani dengan meloloskan bayak fighter.
Disebutkan Chandra Jaya yang juga mantan Ketua Harian MI Bali itu, tak dipungkirinya jika cabang olahraga (cabor) muaythai di Bali sekarang ini bak gadis cantik yang banyak memikat.
“Ya memang muaythai kini banyak menjadi perhatian para anak muda maupun atlet untuk bisa berlatih. Perkembangannya di Bali juga sangat cepat termasuk prestasi. Kejurnas tahun lalu saja Bali mampu membawa pulang 4 emas dari Kejurnas,” tutur Chandra Jaya di Denpasar, Selasa (10/1/2023).
Hanya saja hasil Kejurnas tersebut tidak semata-mata menjadi target di pra-PON namun target utamanya pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Sedangka di pra-PON target tak lain meloloskan fighter sebanyak-banyaknya.
“Terpenting kami secepatnya membentuk kepengurusan lebih dulu selanjutnya langsung bergerak atau bekerja keras untuk menseleksi para atlet muaythai terbaik yang nantinya memang pantas dikirim ke pra-PON,” terang Chadra Jaya.
Pastinya lanjutnya, dalam kepengurusannya nanti dirinya akan meningkatkan prestasi yang telah diraih oleh kepengurusan sebelumnya dan menata kembali organisasi, sehingga Muaythai dapat menjadi sebuah cabor beladiri yang populer di Bali.
“Saya akui pra-Pon merupakan tantangan terdekat yang harus kita hadapi untuk memperoleh tiket PON tahun 2024. Semoga jika di PON Papua kami hanya meraih 1 medali tapi di PON 2024 nanti bisa meraih medali emas,” demikian Chandra Jaya. (ari/jon)








