
KLUNGKUNG- Rombongan Komisi III DPRD Klungkung melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Nusa Penida, Jumat (18/11/2022).
Rombongan dipimpin Ketua Komisi, Nengah Ari Priadnya, melihat secara langsung pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Salah satunya yang dikunjungi adalah usaha kacang mete di Dessa Klumpu milik I Made Redite.
Ary Priadnya didampingi para anggota menanyakan bahan baku apakah merupakan hasil lokal atau didatangkan dari luar Nusa Penida.
Termasuk soal permodalan juga menjadi perhatian Komisi III.
Salah seorang anggota Komisi III DPRD Klungkung, Wayan Buda Parwata mengapresiasi UMKM di Nusa Penida bisa bertahan di saat puncak pandemi Covid-19 hingga sekarang.
Bahkan pelaku UMKM di daerah seberang Selat Badung itu mulai tumbuh subur.
“Kondisi ini menumbuhkan keyakinan, UMKM di Nusa Penida memberi harapan akan berkembang,” kata politisi Partai Hanura ini.
Ia pun mendorong pelaku UMKM terus berinovasi sehingga produk yang dihasilkan beragam.
Buda Parwata, pria asal Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan ini mengingatkan pihak ekekutif melalui dinas terkait, melakukan pembinaan secara berkelanjutan, memfasilitasi permodalan serta membantu promosi melalui digital marketing.
Nusa Penida memiliki banyak pelaku UMKM baik bergerak di bidang makanan seperti usaha kacang mete. Sirup buah. Ada juga tekstil seperti usaha tenun rangrang, kain cepuk.
” Kita mengingatkan dinas terkait, memberikan perhatian melalui kegiatan pembinaan secara berkelanjutan. Memfasilitasi permodalan mereka agar bisa mendapatkan kredit lunak serta membantu mempromosikan produk mereka secara online,” demikian Buda Parwata.
Made Redita menyampaikan usaha yang dikelolanya masih tradisional.
Berawal dengan modal usaha Rp 2 juta, sekarang sudah bisa memperkerjakan warga lokal 5 orang.
“Saya merintis usaha kacang mete khas Nusa Penida ini sejak tahun 2003, dengan nama usaha Wahyu Rasa,”ujar Made Redita. (yann)








