
KUTSEL – Aksi meracuni anjing terjadi di wilayah Lingkungan Mumbul, Kelurahan Jimbaran, Minggu (3/7/2022). Tepatnya di Perumahan Samatha Mumbul, sedikitnya ada tiga anjing yang diracun.
Dihubungi melalui akun Instagram @ruthsabrina.n, seorang warga bernama Ruth Sabrina Novita menuturkan, dua diantaranya adalah anjing peliharaan. Satu diperkirakan dibawa kabur oleh pelaku, dan satunya lagi mati setelah memakan sisa makanan beracun.
Sedangkan satunya lainnya, terbilang sebagai anjing liar alias tidak berpemilik, yang tubuhnya juga tidak ditemukan. Namun demikian keberadaannya terbilang terawat, oleh warga setempat. Termasuk olehnya yang merupakan penyayang binatang.
“Semua anjing yang liar di sini sudah disteril. Dan tiap malam, saya beri makan yang baik seperti nasi, daging giling, bahkan vitamin. Dan tiap hari saya siapkan air bersih dan makanan kering,” ucap perempuan penyayang anjing itu.
Menurut dia, ada dua kemungkinan modus dari aksi racun anjing yang disinyalir dilakukan sekitar pukul 05.00 Wita itu. Pertama adalah untuk dikonsumsi, dan kedua adalah untuk melancarkan niat lain, seperti halnya melakukan aksi kriminal pencurian.
Warga juga telah memiliki rekaman CCTV orang yang diduga sebagai pelaku aksi tersebut. Di samping itu, makanan yang diperkirakan telah dibubuhi racun juga ditemukan di beberapa titik.
Dia mengaku sangat mengecam para pelaku. Dia berharap agar kejadian tersebut bisa menjadi atensi pihak berwenang. Karena ditegaskan dia, anjing bukanlah binatang untuk dikonsumsi. Apalagi jika itu benar dilakukan dengan maksud lain di belakangnya.
“Harapan saya, orang yang suka makan anjing, stop saja lah melakukan hal-hal seperti itu. Masih ada makanan lain yang lebih sehat dan murah. Selain itu kan sebenarnya sudah ada aturannya, kalau anjing itu bukan makanan,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Lingkungan Mumbul Nyoman Astawa tidak memungkiri adanya aksi racuni anjing di wilayah lingkungannya. Bahkan anjing peliharaannya sendiri menjadi salah satu korban di antaranya.
“Anjing saya itu kalau malam biasanya di pekarangan rumah saja. Tapi tiba-tiba beberapa hari lalu hilang tanpa jejak,” ungkapnya.
Berkaca dari hal tersebut, dia mensinyalir modus dari pelaku adalah untuk dikonsumsi. Namun terlepas dari itu, dia mengingatkan agar para pemilik bisa meningkatkan pengawasan terhadap anjing peliharaan masing-masing. Tentunya dengan maksud agar tidak menjadi korban berikutnya.
“Perlu juga saya ingatkan kepada warga masyarakat terutama di wilayah lingkungan saya, untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena takutnya kondisi ini juga dimanfaatkan oleh pelaku ataupun lainnya, untuk melancarkan aksi kriminal,” pungkasnya sembari mendorong pihak kepolisian untuk turut memberi antensi terhadap kejadian tersebut. (adi/jon)








