Kemenkop UKM Bangun Rumah Produksi Kakao di Jembrana

0
91
Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kemenkop UKM, Hanung Harimba Rachman didampingi Bupati I Nengah Tamba saat kunjungan kerja di Koperasi Kertha Samaya Samaniya Kecamatan Melaya.
Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kemenkop UKM, Hanung Harimba Rachman didampingi Bupati I Nengah Tamba saat kunjungan kerja di Koperasi Kertha Samaya Samaniya Kecamatan Melaya.

JEMBRANA – Kementerian Koperasi dan UKM menjadikan kakao Jembrana menjadi program factory sharing atau rumah produksi.  

Seiring akan direalisasikan program nasional ini di Jembrana,  Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UMKM, Hanung Harimba Rachman berkunjung langsung di Koperasi Kertha Samaya Samaniya Kecamatan Melaya.

Kunjungan kerja Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah  Kementerian Koperasi dan UMKM Senin (20/6/2022), mendapat sambutan Bupati I Nengah  Tamba, Sekda I Made Budiasa, Kadis Koperindag I Komang Agus Adinata, Camat Melaya Putu Oka Santika serta anggota Koperasi Kerta Semaya Samaniya.  

Hanung Harimba Rachman menyebutkan program factory sharing atau rumah produksi bersama merupakan project nasional. 

“Jembrana menjadi salah satu yang sudah mengusulkan, dan kita sudah tindaklanjuti akhirnya saat ini sudah mulai kita lelang. Mudah-mudahan tahun depan tahap konstruksi sudah bisa dilakukan. Kami mohon dukungan semua pihak khusus masyarakat di Jembrana, karena kita ingin tidak hanya sekedar bangunan, namun lebih kepada membangun ekosistemnya, itu yang paling penting,” ucapnya.

Dengan adanya ekosistem industri cokelat yang didukung dengan market, Hanung berharap kedepannya dapat berkelanjutan dan semakin berkembang lebih besar lagi. 

“Yang kita bangun ini hanya sebagian kecil dari investasi akhir, namun lebih menjadi trigger (pemicu) agar keberadaan UKM atau Koperasi-koperasi yang mengelola ini nantinya bisa mengembangkan industrinya jauh lebih besar lagi sehingga akan berdampak pula kemajuan di Kabupaten Jembrana,” sebutnya. 

Sementara Bupati Tamba menyampaikan, selama ini, Jembrana ekspor biji kakao fermentasi masih dilakukan secara parsial-parsial. “Kedepan kita akan tata ulang dan kita akan atur sehingga ekspor dapat dilakukan melalui satu pintu,” terangnya.

Dikatakan pula adanya factory sharing, market kakao ke depan tidak hanya berfokus ekspor pada biji saja, melainkan bisa dalam bentuk biji kakao olahan, karena disana nilai tambahnya. (ara,dha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 + six =