
KLUNGKUNG- Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Klungkung
mulai mengkhawatirkan. Sebab, penyebaran yang bermula dari klaster keluarga kini mulai meluas menjadi klaster sekolah.
Buktinya di SMP Negeri 2 Semarapura dan SMP Negeri 3 Dawan. Awalnya satu orang siswa SMP Negeri 2 Semarapura terkonfirmasi positif Covid-19, terpapar dari klaster keluarga.
Setelah dilakukan tracing dan testing kepada siswa lain yang sempat kontak erat, siswa SMP Negeri 2 Semarapura yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah menjadi 14 orang.
Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Klungkung merekomendasikan sekolah lockdown. SMP Negeri 2 Semarapura lockdown (tutup) sejak Rabu (2/2/2022) hingga Sabtu (5/2/2022).
Sementara di SMP Negeri 3 Dawan yang juga awalnya dua siswa positif terpapar virus corona, paska tracing dan testing siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah menjadi sepuluh orang.
Angka itu berpeluang bertambah. Sebab, pihak satgas kembali melakukan tracing dan testing untuk ketiga kalinya. Saat ini dua kelas, kelas VII D dan IX B ditutup. Siswa dilayani pembelajaran daring.
Petugas BPBD Kabupaten Klungkung melakukan penyemprotan disinfektan di SMP Negeri 2 Semarapura.
“Penyemprotan ini atas permohonan dari Dinas Pendidikan,” tandas Kepala BPBD Putu Widiada.
Kadis Pendidikan Klungkung Ketut Sujana berharap tidak ada lagi penambahan siswa yang terpapar virus corona. Ia tetap mengingatkan agar siswa, guru senantiasa penjalankan protokol kesehatan secara ketat baik di sekolah maupun di rumah.
“Saya juga ingatkan kepada guru-guru, kalau sudah merasa tidak enak badan, jangan sekolah, segera periksakan diri. Jangan merasa diri kuat,” kata Sujana. (yan)








