
MANGUPURA- Sampah kiriman beberapa hari terakhir telah membanjiri sejumlah kawasan pantai di Kabupaten Badung. Tak hanya di wilayah Kuta, sampah juga memenuhi pesisir pantai di Kuta Utara, salah satunya di Pantai Berawa. Volume sampah yang dibawa angin barat ini di Pantai Berawa dan sekitarnya hingga 400 ton.
Bendesa Adat Berawa Wayan Warsa mengungkapkan, sampah mulai terdampar di pantai sejak tiga hari lalu. Pihaknya selaku pengelola pantai kewalahan menangani sampah yang diantaranya berupa ranting pohon, kayu berukuran besar serta sampah plastik.
“Karena sampah ini terlalu banyak, kami sampai kewalahan. Sejak kemarin kami sudah dibantu DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) Badung,” ujar Warsa, Minggu (12/12/2021).
Tak hanya sampah, fenomena angin barat ini juga menyebabkan hewan laut ikut terdampar bahkan hingga mati. Salah satunya hewan dilundungi yaitu penyu.
“Ada sejumlah penyu yang terdampar kemungkinan terbawa sampah. Yang masih hidup langsung kami kembalikan ke laut,” katanya.
Sementara Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung Putu Suantara secara terpisah menerangkan, sampah kiriman berjumlah besar mulai muncul sejak Jumat (10/12/2021) malam. Untuk menanggulangi masalah sampah kiriman tersebut pihaknya mengerahkan 350 orang personil.
“Sampai saat ini, kami masih melakukan pembersihan. Volume sampah cukup besar mencapai 400 ton atau 200 truk. Sampah ini ditemukan dari Pantai Batu Belig sampai Pererenan,” ungkap Suantara.
Untuk membersihkan sampah-sampah tersebut, DLHK menurunkan tiga alat berat “Kami menurunkan satu eskavator dan dua wild loader. Kami juga kembali akan bekerja sama dengan pihak Desa Adat setempat,” katanya.
Sampai saat ini dirinya mengaku baru bisa menangani 70 persen sampah di pantai lantaran volumenya terlalu besar dan terus berdatangan. (lit/jon)








