
DENPASAR – Setelah sukses melakoni PON XX/2020 di Papua tahun 2021, KONI Bali bakal mempersiapkan dua agenda penting yakni membuat laporan terkait PON Papua dan mulai administrasi Porprov Bali XVI.
“Kalau terkait dengan adminitrasi Porprov Bali, menyangkut mutasi atlet, juga atlet baru yang mau berlaga tapi masih belum memiliki atau akan mengurus KONI card. Ancang-ancang akhir Desember batas waktu untuk itu semuanya,” ujar Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, Minggu (31/10/2021).
Ancang-ancang itu disebutkannya karena regulasi yang sebenarnya utu dilakukan diakhir September lalu, namun karena ada kesibukan persiapan PON Papua lalu maka diundur akhir Desember.
“Tapi semuanya bakal kami tentukan dalam rapat Rabu (3/11/2021) nanti, dengan pengurus KONI Bali. Setelah itu baru akan kami rilis melalui KONI Kabupaten dan kota serta Pengprov cabang olahraga (cabor),” tambah mantan Ketua Umum KONI Badung itu.
Semua itu dilakukan, agar secara administratif semuanya bisa diselesaikan dengan baik dan bagus nantinya. Karena itulah jika benar nantinya keputusan administratif porprov Bali sampai akhir Desember maka masih ada waktu dua bulan untuk persiapan.
Lantas apakah ini juga bagian dari imbauan ke para atlet ? “Ya nantinya kan soal atlet yang mengatur atau mengurusnya dari setiap kabupaten dan kota di seluruh Bali. Karena memang administrasi para atlet untuk porprov Bali bermula dari kabupaten dan kota,” tandas Suwandi.
Dia menambahkan, terkait administrasi porprov Bali lainnya nantinya akan dibahas dalam rapat pengurus dan KONI Bali sekarang fokus dalam hal itu sekarang ini. (ari/jon)








