Kornelis Raih Emas, Penantian Emas Tinju Selama 25 Tahun Akhirnya Terwujud

0
1463
Kornelis Kwangu Langu (kiri) senang saat ditentukan meraih medali emas. (wb/PBPONXXPapua)

JAYAPURA – Tim tinju PON Bali yang menantikan medali emas yang belum pernah diraih selama 25 tahun akhirnya terwujud. Petinju PON Bali Kornelis Kwangu Langu yang turun di kelas layang (49 kg) menang angka atas petinju NTT Mario Kali di babak final Cabor tinju yang digelar di GOR Cendrawasih Kota Jayapura, Rabu 13 Oktober 2021 malam.

Terakhir kali Bali meraih medali emas saat PON yang digelar di DKI Jakarta pada tahun 1996 melalui dua petinju kakak beradik, Pino dan Nemo Bahari. Dan saat ini tinju Bali total mempersembahkan 1 emas, 2 perak dan 3 perunggu.

BACA JUGA:   Atletik Denpasar Komitmen Jaga Inkamben

Emas Bali diberikan Kornelis Kwangu Langu, sedangkan 2 perak disumbangkan Julio Bria yang turun Bantam (56 kg) setelah kalah angka dari petinju Maluku Yulius Lumoly termasuk petinju Bali Cakti Dwi Putra yang turun di kelas Menengah (75 kg), yang kalah RSC dari petinju Jawa Barat yakni Maeikhel Robert M.

Pelatih kepala tim tinju PON Bali Julianus Leo Bunga usai pertandingan anak-anak didiknya itu menjelaskan, jika kemenangan Kornelis memang sudah diprediksi sebelumnya karena dari sisi kualitas Kornelis masih diatas Mario Kali.

BACA JUGA:   POBSI Badung Diminta Regenerasi Pebiliar

“Kalau Julio Bria memang faktor usia menjadi penghambat sehingga nampak sekali saat ronde ketiga sudah mulai kelelahan. Tapi sebenarnya Julio sudah berjuang keras namun lawannya memang unggul dari sisi usia dan postur tubuh lebih tinggi,” jelas Julianus Leo Bunga.

Menyoal kekalahan Cakti dengan RSC dari lawannya Maeikhel Robert disebutkannya, jika Cakti mendapat pukulan telak di dagu selama tiga kali dan sempat kemaluan Cakti terkena pukulan tapi tidak digubris oleh wasit.

BACA JUGA:   Tujuh Pebasket PON Bali Dapat Hikmah Plus

“Kami mensyukuri satu medali emas yang menjadi pelepas dahaga raihan medali emas selama 25 tahun. Semoga emas ini akan bertambah di PON-PON selanjutnya,” demikian Jualianus Leo Bunga. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × one =