
DENPASAR – Beragam produk unggulan hasil pemberdayaan masyarakat Muntigunung tampil dalam ajang Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2026 yang berlangsung di The Meru Sanur pada 4–6 Juni 2026. Produk-produk tersebut mencerminkan keberhasilan transformasi sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan Muntigunung, Bali Timur Laut, melalui pendekatan kewirausahaan sosial yang berkelanjutan.

Di antara produk yang dipamerkan adalah kacang mete mentah kering, serta berbagai varian kacang mete panggang seperti rasa alami tanpa tambahan bumbu, garam laut, bawang putih dan garam, cabai dengan gula lontar, kari, hingga campuran rempah khas Bali.
Selain itu, Muntigunung Community Social Enterprise (MCSE) dibawah PT Munti Cahaya Sejahtera, juga menghadirkan produk olahan rosella berupa teh rosella, bubuk rosella, manisan rosella, dan selai rosella. Produk unggulan lainnya meliputi gula lontar organik, mangga kering, bubuk kelor, garam rosella alami, serta garam laut yang diproduksi oleh masyarakat lokal.
Kehadiran produk-produk tersebut tidak hanya memperkenalkan kekayaan sumber daya alam Muntigunung, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan Muntigunung Community Social Enterprise (MCSE) dalam mengangkat perekonomian masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal yang berkelanjutan.
Kisah sukses pemberdayaan masyarakat di kawasan Muntigunung menjadi contoh nyata, kolaborasi sosial dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas mampu mengubah wajah sebuah daerah. Melalui MCSE, wilayah yang dulu dikenal dengan berbagai tantangan kemiskinan kini berkembang menjadi komunitas yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Perjalanan transformasi tersebut bermula pada tahun 2004 ketika Muntigunung menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari kemiskinan ekstrem, keterbatasan akses air bersih, hingga minimnya layanan kesehatan dan pendidikan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Pengembangan Muntigunung diluncurkan dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan melalui pemanfaatan potensi lokal.
Berbagai capaian signifikan berhasil diwujudkan. Sistem penampungan air hujan berkelanjutan dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara akses sanitasi kini telah menjangkau sekitar 96 persen penduduk. Angka kematian anak yang sebelumnya menjadi perhatian serius berhasil ditekan hingga mendekati nol.
Tidak hanya itu, program ini juga membuka lebih dari 200 lapangan kerja melalui berbagai unit usaha sosial di bidang pangan, kerajinan tangan, dan wisata trekking. Di sektor pendidikan, berbagai program pendukung turut dijalankan guna memastikan anak-anak di Muntigunung memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik.
Seiring perkembangan program, masyarakat mulai mengolah sumber daya lokal yang melimpah, seperti kacang mete dan gula lontar. Berawal dari industri rumahan kecil pada tahun 2008, usaha tersebut terus berkembang hingga pada tahun 2019 berdiri PT Munti Cahaya Sejahtera (MCSE) sebagai wadah untuk memperluas dampak sosial sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.

Seluruh produk yang dihasilkan dikembangkan dengan mengedepankan prinsip perdagangan yang adil (fair trade), pemberdayaan masyarakat lokal, dan keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen MCSE dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Keberhasilan MCSE menunjukkan bahwa pembangunan berbasis komunitas tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat kemandirian desa. Dari wilayah yang pernah identik dengan kemiskinan, Muntigunung kini menjelma menjadi simbol harapan dan contoh keberhasilan kewirausahaan sosial di Bali.
Dengan terus mengembangkan produk berkualitas berbasis sumber daya lokal, MCSE optimistis dapat memperluas manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi Muntigunung ke pasar nasional maupun internasional.

Selain produk berbasis mete, rosella, gula lontar, dan berbagai hasil olahan lokal lainnya, MCSE kini juga mengembangkan Munti Batik, salah satu produk unggulan yang menjadi wujud kreativitas masyarakat Muntigunung. Batik ini memiliki keunikan karena menggunakan bahan-bahan alami sebagai pewarna, sehingga menghasilkan warna yang khas sekaligus lebih ramah lingkungan.
Kehadiran Munti Batik semakin memperkaya portofolio produk sosial yang dikembangkan MCSE, sekaligus mempertegas komitmennya dalam menggabungkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu ekosistem usaha yang berkelanjutan. (dha)








