
JAYAPURA – Salah seorang pesilat putra PON Bali yang digadang –gadang meraih emas, Komang Harik Adi Putra yang turun di kelas laga E Putra (65-70 kg putra) gagal meraih medali emas. Namun kegagalan itu ditebus I Kadek Wahyu Rihartana Giri Kelas G Putra (70-75 kg).
Berlaga di GOR Toware Papua pada Selasa 12 Oktober 2021, Komang Harik dipaksa mengakui keunggulan pesilat Jawa Barat Paksi Ghifari dengan skor telak 0-5. Tapi sebaliknya pesilat Bali lainnya Rihartana Giri membalas sekaligus menebus kegagalan seniornya itu dengan membawa pulang medali emas usai mengalahkan pesilat Jawa Barat Igi Rangga dengan skor telak 5-0.
Memang secara kuantitas pertemuan dengan lawannya, Komang Harik sekitar 6 kali mengalahkan Paksi Ghifari. Tapi itulah hasil di lapangan dimana Komang Harik harus pusa meraih medali perak.
“Saya minta maaf kepada semuanya karena gagal meraih medali emas. Memang banyak nilai yang aneh karena tendangan saya juga banyak masuk tapi tidak ada nilainya. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa,” kata Komang Harik usai pertandingan.
Dirinya juga tetap bersyukur meraih medali perak.
“Saya tetap bersyukur dengan hasil ini mungkin memang keberuntungan tidak di pihak saya melainkan di pihak lawan.Setelah ini saya akan fokus untuk mengembalikan otot-otot saya agar kembali normal karena saya bertanding memang sebenarnya masih dalam kondisi recovery. Termasuk melakukan evaluasi soal kekurangan yang ada,” tegas Komang Harik.
Dengan tambahan 1 emas dan 1 perak itu maka pencak silat Bali total mengantongi n 1 emas, 2 perak dan 6 perunggu. Pada pertandingan sebelumnya Pencak Silat telah meraih 1 perak dan 6 perunggu. (ari)








