
JAYAPURA – Kalah di semi final dari tim sepaktakraw tuan rumah Papua 0-2, Bali akhirnya meraih medali perunggu bersama Jambi. Bertanding pada babak semi final di GOR Trikora Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura di nomor double even putri, Rabu 6 Oktober 2021 malam, Bali menyerah dengan skor 14-21 di set pertama dan 17-21 pada set terakhir. Sedangkan medali emas milik Jawa Barat dan perak dibawa pulang Papua.
Sebelumnya Bali melaju ke babak semi final setelah menumbangkan Sulawesi Selatan di perempat final dengan skor total 2-1.
Pelatih tim sepaktakraw putri, Wayan Suara menjelaskan, raihan medali perunggu itu merupakan sejarah baru bagi sepaktakraw PON Bali setelah sebelumnya di PON Jawa Barat tidak meraih medali satupun.
“Kalau soal kekalahan dengan tim sepaktakraw putri Papua hanya karena faktor mental para pemain kami saja yang tertekan, karena banyaknya penonton tuan rumah yang mendukung tim Papua,” jelas Suara, Rabu 7 Oktober 2021.
Disadarinya, raihan medali perunggu itu merupakan perjalanan menuju prestasi lebih baik di PON berikutnya yakni di Aceh dan Sumater Utara (Sumut) tahun 2024.
“Perjuangan tim putri kami sudah maksimal namun mungkin belum saatnya meraih medali emas. Semuanya akan kami evaluasi,” tegas Suara.
Raihan perunggu di sepaktakraw juga diperoleh cabang olahraga (cabor) selam melalui Luh Kade Dewi Rahayu yang membawa pulang perunggu di nomor Apnea 50 meter putri pada ajang PON XX 2020 Papua yang dilangsungkan di Kolam Renang Stadion Aquatic Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.
Ketua Umum Pengprov POSSI Bali, Bagus Partha Wijaya mengaku ada sedikit keganjilan di Kolam Selam Kolam. Di nomor Apnea 50 meter putri tidak ada medali perak, karena sudah dijadikan satu medali emas bersama.
“Itulah kondisi di selam nomor kolam, tapi saya tetap bersyukur dengan raihan medali di Selam Nomor Kolam,” tandasnya. (ari)








