
JAYAPURA – Dua cabang olahraga (cabor) yakni menembak dan selam sama-sama mempersembahkan satu medali perak pada PON XX/2020 yang digelar di Papua. Perak di menembak disumbangkan Dewa Putu Yadi Suteja di nomor 25 meter rapid fire pistol putra dengan skor 561 saat bertanding di Lapangan Menembak Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Rabu 6 Oktober 2021.
Sedangkan satu medali perak di cabor selam diberikan Ni Luh Made Citra Dewi di 50 meter Bifins Putri dengan catatan waktu 22,93 detik, saat lomba di Kolam Renang Stadion Aquatic Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.
Di cabor menembak, untuk medali emas sendiri dibawa pulang petembak Jawa Barat Anang Yulia dengan skor 569, dan medali perunggu disabet petembak Riau yakni Totok Tri dengan skor 548.
Meski meraih perak namun medali itu sudah sesuai target yang dipancang.
“Memang untuk Yadi Suteja raihan perak itu sudah kami proyeksikan targetnya dan ternyata sesuai hasil. Hanya selisih 8 poin saja dari peraih medali emas. Yadi Suteja juga turun hanya satu nomor itu saja,” papar salah seorang pelatih tim menembak PON Bali, I Made Sugiantara.
Rasa bersyukur juga dirasakan cabor selam yang atletnya juga meraih medali perak melalui Ni Luh Made Citra Dewi. Citra Dewi meraih perak di bawah peraih medali emas kembar dari Jawa Barat yakni Dheya Nazhira Nuramalia dengan catatan waktu 22,90 detik dan Margareta Herawati dari Papua dengan catatan waktu 22,90 detik. Sedangkan medali perunggu menjadi milik atlet selam DKI Jakarta, Theresa Nadia dengan catatan waktu 23,61 detik.
Diakui Ketua Umum Pengprov POSSI Bali, Bagus Partha Wijaya, dirinya bangga dengan prestasi perak itu.
“Citra selalu didepan dan yang terbaik, namun karena timer manual dan hal non teknis lainnya Bali mendapatkan Perak,” tandasnya. (ari)








