
KARANGASEM—Jenazah I Kadek Sepi (13) sudah dikebumikan, Kamis 23 September 2021. Kini penyebab kematian bocah asal Dusun Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem itu menjadi geger, menyusul adanya laporan dari pihak keluarga ke polisi, bahwa, korban meninggal dunia dengan cara tak wajar.
Sebelumnya I Nengah Kicen, orang tua I Kadek Sepi kepada keluarga besarnya menyatakan, bahwa anaknya yang masih duduk di bangku sekolah kelas VI SD, meninggal Selasa 21 September 2021 karena menderita sakit mencret.
Sayang, pengakuan Kicen itu terbantahkan, saat jenazah anaknya dimandikan untuk dikebumikan (kubur) di setra adat desa setempat , Kamis 23 September 2021 sekitar pukul 06.00 Wita.
Pagi itu, paman dan sepupu korban, yakni I Made Suardana (42) dan anaknya I Komang Eka Putra (20) melihat ada yang ganjil terhadap penyebab kematian bocah malang tersebut. Selain melihat ada luka lebam biru pada bagian dada korban, Suardana dan dua saksi lainnya, juga melihat ada luka lecet, serta leher korban terlihat lemas seperti leher patah.
Melihat ada yang aneh pada kematian Kadek Sepi, Suardana menduga korban meninggal dunia akibat adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Mengungkap tabir kematian korban, paman korban I Made Suardana, bersama dua orang saksi lainnya melaporkan temuannya itu ke Polsek Abang, Jumat 25 September 2021 dan penanganannya diteruskan ke Sat Reskrim Polres Karangasem, Selasa 28 September 2021.
Perbekel Purwakerti I Nengah Karyawan, dikonfirmasi, Kamis 30 September 2021, mengaku mendengar ada laporan itu. Namun dia tidak mengetahui secara pasti kejadiannya.
“Informasinya sih ada laporan seperti itu, tapi saya tidak tahu kepastiannya. Coba tanya langsung Pak Kadus Babakan, barangkali beliau tahu duduk persoalannya,” ucap Karyana.
Dipihak lain Kadus Babakan, Putu Soma, membenarkan seorang warganya melaporkan dugaan kematian I Kadek Sepi karena KDRT ke Polsek Abang. Dia baru mengetahui ada laporan seperti itu, setelah Suardana dan dua orang saksi lainnya meminta perlindungan kemananan berkaitan dengan laporan tersebut.
“Setelah melapor, dia baru datang ke rumah untuk minta perlindungan terhadap ancaman keselamatannya. Saya marahi dia. Semestinya sebelum melapor ke polisi dia harus konfirmasi dulu kepada kami dan Bapak Babinsa yang ada disini, sehingga temuan yang ada bisa cepat ditangani,” ucapnya.
Soma menuturkan, dari keterangan kedua orang tua korban, bahwa Kadek Sepi meninggal dunia karena terjatuh dari teras rumahnya.
“Saya tidak tahu percis mana pengakuannya yang benar. Awalnya dibilang karena mencret, kemudian jatuh dari teras,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Abang AKP I Kadek Suadnyana, berkelit. Dia mengatakan, laporan itu ada di Polres. “Untuk lebih jelasnya coba tanyakan langsung ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres. Sekarang kasusnya sudah dilimpahkan kesana penanganannya,” kelitnya. (wat)








