
Wayan Mustika bengong melihat ternak itiknya mati dimangsa anjing liar.foto/tangkalan layar
KLUNGKUNG – Perasaan peternak itik di Dusun Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung sedih bercampur marah.
Betapa tidak, sejumlah peternak beruntun mengalami nasib apes, ternak itik mereka mati dimangsa anjing liar.
Kali ini, Wayan Mustika mendapat giliran, ternak itiknya mati dimangsa anjing. Sekitar 140 ekor lebih itik yang sudah siap jual mati sia-sia akibat keganasan anjing liar yang sejak lima bulan lalu meresahkan warga Lepang.
Wayan Mustika kaget ketika melihat bangkai itik berserakan di kandang miliknya yang berlokasi di dekat Pantai Lepang persisnya sebelah utara Hotel Windham, Kamis (12/12/2024) pagi.
Mustika bengong melihat ternak peliharaannya mati disantap anjing liar. Padahal ternak itik itu dulunya dibeli menggunakan modal bantuan dari pihak TNI.
Perbekel Desa Takmung, Nyoman Mudita dikonfirmasi mengatakan, kejadian itu akibat anjing liar yang masih berkeliaran di wilayah Lepang terutama dekat dengan by pass dan Pantai Lepang.
“Dulu memang sempat ada petugas dari kesehatan hewan turun melakukan eliminasi. Tapi hanya sekali. Sekarang gerombolan anjing liar muncul lagi, ada sekitat 20 ekor,” ungkap Mudita.
Mudita menyatakan prihatin dengan peristiwa ternak itik warga beruntun dimangsa anjing liar.
“Kasihan adik saya (Mustika). Dulu ternaknya kena virus, banyak mati. Sisanya ada sekitar 140 ekor lebih, sekarang mati dimangsa anjing,” ujar Mudita.
Mudita curiga, di sekitar kandang itu ada warga yang memelihara anjing tapi tidak dikandangkan.
“Waktu petugas peternakan (kesehatan hewan) turun, sudah dieliminasi dua ekor. Ada lagi satu pas sedang beranak. Sering mangsa ayam di sawah. Saya curiga ini (anjing) gabung dengan gerombolan anjing liar lainnya,” imbuh Mudita.
Terkait penanganan anjing liar, menurut Mudita yang juga mantan bendesa Lepang, perlu sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, pihak dinas terkait.
“Waktu ini kepala dusun saya yang harus mengubur bangkai anjing liar,” demikian Mudita.
Sebelumnya selain melakukan langkah represif (eliminasi) baik pihak adat maupun desa melarang warga setempat maupun masyarakat lainnya membuang anjing maupun anak anjing di pinggir Pantai Lepang.
Selama ini ada kecurigaan ada oknum tertentu sengaja membuang anak anjing di pinggir Pantai Lepang. Lama-kelamaan anak anjing yang dibuang ini makin besar dan masuk ke pemukiman warga.
Selain anjing yang dibuang di pinggir pantai, kehadiran anjing liar di Lepang datang dari daerah perbatasan. Sebab wilayah Lepang sendiri berada di jalur perlintasan Gianyar –Karangasem. (yan)








