
KLUNGKUNG – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang informasi teknologi (IT).
Di era digital saat ini, dunia kesehatan juga mengalami perkembangan pesat dengan menggunakan berbagai teknologi kesehatan yang canggih. Di tengah tuntutan pelayanan cepat dan akurat, RSUD Klungkung mau tidak mau mesti memanfaatkan teknologi untuk menciptakan integrasi layanan.
Menurut Direktur RSUD Klungkung dr Nengah Winata, SDM IT ibarat vaskularisasi dalam tubuh yang mengalirkan bahan-bahan penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Demikian pula SDM bidang IT di RSUD Klungkung punya andil penting menyalurkan semua data dan bahan-bahan yang dibutuhkan pada setiap unit pelayanan.
Bahkan kata dia, RSUD Klungkung merupakan satu-satunya rumah sakit paling baik di Bali dari penanganan IT.
“Bahkan kami dapat penghargaan dari Dirjen BPJS. Kita RSU paling baik di Bali. Tamu- tamu juga banyak datang ke sini (untuk studi banding) karena punya kelebihan. Salah satu kelebihan kami dari penanganan IT,”kata Winata didampingi Wakil Direktur Bidang Pelayanan Kesehatan dr Ida Ayu Megawati, kepada wartawan Kamis (4/4/2024).
Karena itulah kata Winata pihaknya terus memperkuat Tim IT RSUD Klungkung serta meningkatkan kompetensinya. Saat ini RSUD memiliki 10 orang pegawai yang mengurusi IT. Dari 10 tenaga, sebanyak 5 orang merupakan pegawai kontrak profesional dan 5 orang lainnya merupakan pegawai kontrak biasa.
“Kemarin semua tim IT kami sempat ikut seleksi perekrutan tenaga P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Jika semuanya lolos,manajemen RSUD bisa kolap tidak bisa berjalan. Kami ibaratkan tim IT ini dalam tubuh sebagai vaskularisasi. Untungnya yang lolos hanya 1 orang,”ungkap dokter asal Nusa Penida ini.
Kehilangan satu orang tenaga IT, memaksa Winata menarik pegawai di Bagian Keuangan yang juga menguasai masalah IT (programer) dengan status tenaga kontrak profesional. Tapi langkah Winata itu sempat membuat ‘gaduh’ pegawai setempat.
Pasalnya,pegawai yang ditarik itu langsung berubah status dari tenaga kontrak biasa menjadi tenaga kontrak profesional dengan imbalan gaji cukup besar. Hal inilah yang memunculkan kecemburuan di internal Tim IT lainnya.
Lebih-lebih perubahan status kepegawaian yang bersangkutan tanpa melalui tes dan kebetulan yang diangkat itu merupakan anak dari Wakil Direktur Bidang Pelayanan Kesehatan, dr Ida Ayu Megawati.
Tak pelak situasi itu juga memunculkan tudingan adanya KKN dalam perekrutan tenaga IT di RSUD Klungkung. Terkait tidak adanya tes, Winata beralasan karena kebutuhan dan sifatnya mendesak.
“Karena kekurangan satu pegawai di IT, kami ambil programer di bagian keuangan. Sekali jebol IT kami, maka segalanya akan tidak bisa dijalankan. Makanya kami perkuat tim IT, tujuannya untuk mengangkat performance RSU yang sudah bagus ini,”demikian Winata.
Beberapa produk layanan berbasis elektronik di RSUD Klungkung diantaranya e-rekam medis, e-jaspel, e-resep, pendaftaran pasien secara daring. (yan)








