
foto: Wakil Presiden World Water Council (WWC), Eric Tardieu
KUTA – Wakil Presiden World Water Council (WWC), Eric Tardieu optimis World Water Forum ke-10 akan sukses terlaksana di Pulau Dewata pada Mei 2024 mendatang. Keyakinan tersebut berkaca dari keseriusan dan komitmen Indonesia selaku tuan rumah.
“Kami sangat percaya diri dalam proses yang kami lakukan ini. Karena kami sudah melihat komitmen yang diberikan tuan rumah, Indonesia. Dan partisipasinya ini sangat baik sekali, sehingga saya sangat yakin tahun depan kita akan sukses,” ucapnya ditemui setelah penutupan Stakeholders Consultation Meeting (SCM) ke-2 dari World Water Forum (WWF) 2024, di Jimbaran, Jumat (13/10/2023) kemarin.
SCM, sambung dia, pada dasarnya merupakan bagian dari langkah mempersiapkan diri untuk keberhasilan penyelenggaraan WWF 2024 mendatang. Yakni berhasil menghasilkan sebuah solusi konkret dan bermanfaat bagi pengelolaan sumber daya air di seluruh dunia.
“Kami sudah banyak berdiskusi, menerima input, dan mendapatkan kontribusi. Kami juga sudah kurang lebih mendapatkan 150 dari potensi tematik dalam diskusi yang kita bahas di sini,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Sekretariat Panitia Nasional Pelaksana WWF ke-10 sekaligus Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mohammad Zainal Fatah menjelaskan, beberapa pertemuan sesungguhnya telah dilaksanakan sebelum SCM digelar.
Ada bilateral talk atau bilateral meeting antara Pemerintah Indonesia dengan beberapa mitra strategis, baik itu negara ataupun lembaga. “Tentu ini dimungkinkan karena kita melakukan kerja sama dengan WWC. Yakni council dunia untuk air yang memiliki kegiatan yang dilakukan setiap 3 tahun sekali, yaitu WWF. Yang mana tahun depan akan dilaksanakan di Bali pada bulan Mei 2024,” bebernya.
Pemerintah Indonesia, katanya sudah terlibat sejak awal. Bukan hanya di Kementerian PUPR, tetapi juga kementerian-kementerian lain. “Yang menggembirakan, pada SCM ke-2 ini, jumlah peserta dari internasional itu meningkat kurang lebih 1,5 kali lipat dibandingkan Kick Off Meeting yang kita lakukan di Jakarta. Dan pesertanya sampai hari ini, register adalah lebih dari seribu, tepatnya pada angka 1094. Itupun karena kita tutup. Kalau tidak ditutup mungkin jumlahnya akan lebih banyak lagi,” sebutnya.
Bahkan katanya, Presiden WWC sempat menyampaikan bahwa SCM tersebut merupakan terbesar yang pernah terjadi dalam persiapan penyelenggaraan WWF. Karenanya, ada banyak proses telah dilakukan, seperti diskusi dan dialog.
“Dalam penyelenggaraan WWF nantinya, itu ada pembahasan spesifik tema. Kemudian ada pembicaraan spesifik per regional, seperti Region Asia Pacific, Mediterranea, dan seterusnya. Kemudian ada satu lagi pembicaraan yang kita sebut dengan Political Process. Itu bukan politik dalam konteks yang mungkin biasa kita kenal, tetapi dalam pengelolaan Sumber Daya Air atau water resources management bahwa kebijakan atau policy itu diambil dalam proses politik,” jelasnya sembari mengatakan bahwa nantinya juga akan ada pembahasan tingkat parlemen.
“Badan Kerja Sama Parlemen Dunia akan membahas ini secara khusus. Nanti akan mengerjakannya dan akhirnya akan dikonsolidasikan menjadi keputusan yang nanti dikeluarkan menjadi statement-nya para menteri, dan nanti juga akan dibawa ke presiden ataupun kepala negara yang lain,” pungkasnya. (adi)








