
foto : IGN. Oka Darmawan (tengah) dengan pengurus dan staf KONI Bali serta wartawan di KONI Bali.
DENPASAR – Ditengah-tengah Hari Ulang Tahun (HUT) KONI Bali ke-85 yang dirayakan secara sederhana di Ruang Rapat KONI Bali, induk organisasi olahraga di Bali itu membutuhkan dana Rp. 60 miliar untuk mengikuti PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
KONI Bali sendiri selama ini sangat cerdas dalam membagi pendanaan untuk cabang olahraga (cabor) meski bantuan Pemprov Bali sangat minim, untuk mengikuti Babak Kualifikasi (BK) PON tahun 2023.KONI Bali merayakan HUTnya tersebut degan suasana sangat kekeluargaan yang diselingi dengan pembahasan untuk menyongsong PON XXI antara wartawan olahraga beserta pengurus KONI Bali.
Meski dana terbatas dan cabor teriak karena minimnya bantuan dana untuk mengikuti BK PON 2023, namun KONI Bali telah bekerja keras dan berupaya keras membagi bantuan dana BK PON 2023 untuk cabor dengan adil.
“Kami sudah melakukan yang terbaik untuk pengelolaan dana untuk cabor mengikuti BK PON 2023 ini. Kami sangat trasparan dan profesional. Tahun depan kami akan melakukan pendekatan kepada pemegang kebijakan untuk bisa memberikan bantuan lebih untuk PON 2024,” tutur Ketua Umum KONI Bali IGN. Oka Darmawan di usai HUT KONI di Ruang rapat KONI Bali, Jumat (13/10/2023).
Diakui mantan Wakil Ketua I dan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali itu, sampai saat ini sudah ada 377 atlet Bali yang telah mengantongi tiket PON 2024 yang berasal dari 38 cabor dengan target kelolosan atlet mencapai 500 an atlet.
“Bali sendiri mengikuti 52 cabang olahraga di PON XXI nanti dari total 65 yang dipertandingkan. Sementara ini baru 38 yang lolos, dan 18 yang belum mengikuti Babak Kualifikasi,” tegas Oka Darmawan.
Sedangkan untuk cabor yang tidak lolos PON terdiri dari 5 cabor yakni bridge, arung jeram, hockey, hapkido, dan squash.
“KONI Bali sendiri dengan target lolos 500 an atlet itu minimal anggaran yang diperlukan Rp 60 miliar,” terang Oka Darmawan. Mantan Ketua Umum Pegprov Perbasi Bali itu memaparkan jika anggaran itu selain disiapkan untuk perlengkapan kontingen, juga untuk akomodasi menuju PON XXI itu karena diadakan di dua provinsi.
“Perjalanannya sendiri kita harus transit dulu ke Jakarta, baru ke Aceh atau Medan. Kalau di Papua lalu kan bisa langsung direct dari Bali,” tutup Oka Darmawan seraya berharap Pemerintah Provinsi Bali nantinya bisa mensupport total kontingen Bali di ajang olahraga multi event empat tahunan tersebut. (ari,dha)








