
DENPASAR – Mantan Sekretaris KPU Provinsi Bali Putu Arya Gunawan dalam perhelatan Pemilu Legislatif 2024 mendatang, ikut nyaleg memperebutkan kursi di DPRD Bali melalui Daerah Pemilihan Dapil Buleleng.
Putu Arya Gunawan mempergunakan kendaraan politik partai Hanura dengan harapan bisa lolos dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Buleleng. Penegasan itu disampaikan Putu Arya Gunawan dalam Channel Youtube Hanura Bali beberapa waktu lalu.
Putu Arya Gunawan yang juga mantan Camat Buleleng ini memiliki alasan untuk ikut nyaleg di Pemilu 2024 ini, karena mendapat tawaran dari Partai Hanura Provinsi Bali. Selain itu, pihaknya juga merasa yakin dan percaya partai Hanura dapil Buleleng bisa mempertahankan satu kursi di DPRD Bali. Dia sendiri selama ini sangat banyak berkiprah diberbagai organisasi, kepemudaan dan kemasyarakatan.
“Saya ikut nyaleg, dulu sempat ditawari untuk nyaleg tetapi terus menghindar karena saat itu saya belum pensiun masih menjadi pegawai. Sekarang kembali diberikan kesempatan oleh partai Hanura untuk mencalonkan diri secara langsung,” ujarnya.
Sejak diberikan kesempatan nyaleg, Arya Gunawan mulai bersosialisasi ke masyarakat sebagai caleg. Menurutnya perkembangan saat ini terutama dalam pelaksanaan pemerintahan dibarengi dengan gonjang-ganjing politik nasional yang tentunya diyakini akan berimbas kedaerah.
Sebagai politisi saat ini, dalam perhelatan Pemilu, Caleg Hanura Dapil Buleleng ini mengingatkan kepada masyarakat untuk berpolitik cerdas sesuai hati nurani.
Arya Gunawan juga menyebutkan, dilihat dari perkembangan politik baik pemilihan anggota dewan, pemilihan presiden dan kepala daerah secara langsung maupun tidak langsung, memiliki plus minus.
Pada pemilihan langsung yang berjalan saat ini, ada kesan para caleg mulai berlomba-lomba turun ke masyarakat guna merebut simpati rakyat.
“Siapa yang berkepentingan berlomba- lomba untuk mencari simpati dan bahkan berubah menjadi Santa Klaus dadakan, mendadak menjadi dermawan, ”ujarnya.
Disebutkannya, begitu perhelatan pemilu ditabuh, para calon mulai turun ke masyarakat untuk memberikan sumbangan dan begitu selesai pemilu, tidak pernah kelihatan bahkan bersembunyi selama lima tahun setelah terpilih. Para caleg melupakan suara yang pernah diberikan masyarakat hingga mengantarkan para caleg pada kursi di legislative.
Hal seperti itu nampaknya sudah lumbrah terjadi, dan para caleg merasakan sudah menganggap membeli suara rakyat sehingga banyak yang menggerutu setelah Pemilu usai. Para caleg yang sudah dapat posisi sebagai wakil rakyat baik kabupaten maupun provinsi, lupa dengan masyarakat pemilihnya.
Sebagai mantan Sekretaris KPU Bali, Arya Gunawan juga kembali mewanti-wanti masyarakat pemilih untuk berpolitik cerdas dan tidak pragmatis. Pihaknya berharap masyarakat bisa memilih wakil rakyat yang dapat dipercaya memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup sebagai wakil rakyat.
“Kami akan terus berupaya menyakinkan masyarakat pemilih semakin cerdas dalam berpolitik, kami berupaya terus melakukan pendekatan dan meyakinkan masyarakat pemilih tanpa mahar,”pungkasnya. (arn/jon)








