
KLUNGKUNG – Kesadaran masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam penanganan bahaya rabies mulai tumbuh positif di Kabupaten Klungkung. Warga mulai aktif mendatangi pos-pos kesehatan hewan (Keswan) minta hewan peliharaan agar divaksin.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung Ida Bagus Juanida, kesadaran warga perlu terus ditingkatkan dan dijaga. Ia berharap kesadaran warga tidak hanya tumbuh di awal (saat ada kasus) namun tetap berkelanjutan ada atau tidak kasus gigitan anjing.
Juanida dikonfirmasi, Kamis (29/6/2023) mengungkapkan, dibalik meningkatnya kasus gigitan anjing dalam beberapa bulan belakangan bahkan sampai memakan korban jiwa, memberikan dampak kepada masyarakat. Kata dia, warga mulai sadar mendatangi pos-pos kesehatan hewan minta agar hewan peliharaan mereka divaksin oleh petugas.
Juanida melihat petugas keswan tidak lagi berinisiatif sendiri melakukan vaksin terhadap hewan penular rabies (HPR) khususnya anjing. Warga mulai datang sendiri ke pos keswan minta vaksin.
“Sebelumnya mungkin agak susah contohnya di (Desa) Tegak sebelum ada kasus, ke sana dapat 30-40 ekor. Setelah kasus disisir dapat lagi 400 ekor. Sebenarnya tidak mengharapkan terjadi pada manusia dan hewan, ternyata (kasus) memberikan dampak kepada masyarakat lebih peduli untuk vaksinasi hewan. Kesadaran mulai meningkat dan mudah-mudahan tetap terpelihara,” tandas Ida Bagus Juanida.
Meski kesadaran warga mulai tumbuh, upaya-upaya pencegahan bahaya rabies tetap butuh dukungan semua pihak. Juanida menyatakan pihaknya tetap merangkul komponen masyarakat seperti adat dan desa dinas.
“Kita akui lembaga adat memberikan support masyarakat untuk lebih peduli. Bahkan kita ada fasilitasi buat pararem, buat perdes (desa dinas) tetap kita upayakan kesana. Tindak lanjut merealisasikan kita harapkan mereka bersemangat dan yang terpenting adalah penerapannya,”ungkap pejabat asal Dawan ini.
Di sisi lain Pemkab Klungkung terus gencar mengadakan vaksinasi anjing. Juanida menargetkan akhir Agustus 2023 vaksinasi sudah menembus minimal angka 80 persen dari jumlah populasi anjing mencapai 21.000. Saat ini capaian vaksinasi di Kabupaten Klungkung baru angka 50 persen. Diharapkan setiap tahun anjing rutin divaksin.
“Klungkung optimis (bisa) seratus persen (akhir 2023) bahkan upayakan akhir Agustus bisa mendekati minimal 80 persen. Vaksin, Provinsi sudah menyiapkan sejumlah yang dibutuhkan 21.000 vaksin. Dari Provinsi memberi 16.000 dosis, kita di APBD kabupaten juga sudah menganggarkan untuk 5.000 dosis,” demikian Juanida. (yan)








