
DENPASAR – Di tengah persaingan ketat, terlebih setelah Pandemi Covid-19 melanda dunia, sektor pariwisata terutama para pekerja perhotelan dituntut berinovasi serta mampu mengembangkan karier.
Hal tersebut terungkap dalam seminar dan exhibition bertema ‘Innovative Leadership’ bertempat di Hotel Prime Plaza, Sanur, Denpasar, Jumat (23/6/ 2023).
Seminar yang digelar Indonesian Housekeepers Association (IHKA) Bali, diikuti 320 housekeeper dari berbagai hotel di Bali bahkan lombok.
Ketua IHKA BPD Bali I Gede Cahaya Adi Putra mengungkapkan sebetulnya acara ini merupakan acara tahunan yang pastinya diadakan, tapi sempat tertunda selama tiga tahun karena Covid-19.
“ Dalam acara hari ini kita menggelar seminar dan pameran di Tahun 2023 acara ini sebetulnya acara tahunan dari BPD IHKA Bali, karena kemarin ada Covid-19 selama 3 tahun kita vacum akhirnya tahun ini bisa dilaksanakan,” ujar Gede Cahaya.
Selain 320 orang peserta yang mengikuti acara ini juga terdapat sebanyak 48 vendor yang juga ikut me-support acara ini.
Selain housekeeper dari Bali peserta juga ada yang berasal dari Lombok. Ditanya apakah semua karyawan housekeeping sudah bekerja? Gede menyebut belum 100 persen. Pasalnya, masih banyak teman-teman housekeeping yang menanyakan ketersediaan lowongan kerja di Hotel.
Dikatakan, pihaknya menginginkan housekeeper itu tidak saja hanya bisa membersihkan hotel saja. Melainkan harus selalu berinovasi ke depannya.
Lebih lanjut Cadi menjelaskan, seminar dan pameran digelar serangkaian Perayaan 26 tahun berdirinya BPD IHKA Bali. Seminar ini Hadirkan pembicara utama yakni Nyoman Astika ( GM The 101 Oasis Sanur), Gusti Ngurah Anom alias Ajik Krisna (Owner Krisna Oleh-oleh) fan Agus Made Yoga Iswara ( Ketua DPD IHGMA Bali). “ Kami Ingin Pak Astika memberi kiat khusus bagaimana dulu beliau yang meniti karier dari bawah, dari housekeeping sekarang menjadi GM hotel. Kami hadirkan Ajik Krisna bahwa Housekeeper juga bisa ber-entrepreneur, karena banyak teman yang saat pandemi beralih berwirausaha,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait situasi peluang kerja, Cadi menambahkan masih banyak teman yang mrnanyakan lowongan. “Kalau 100 persen belum (kembali bekerja di Hotel) karena beberapa ada teman-teman yang mengontak saya sendiri masih menanyakan lowongan. Jadi kalau dibilang 100 persen belum semua kembali karena ada beberapa yang sudah bekerja sebagai entrepreneur yang sebelumnya menjadi eksekutif housekeeper,” imbuhnya.
Ia pun berharap kedepannya para eksekutif housekeeper ini dapat mengambil ilmu dari tema seminar Tahun ini. Selain itu diharapkan para housekeeper dapat kembangkan karir. Terlebih di jaman sekarang semua dituntut harus lebih melakukan inovasi. Sehingga ketika tidak berinovasi, maka kita akan kalah saing saat menghadapi persaingan.
“Kalau member kita ada 600 orang di Bali kalau diluar member jumlah housekeeping yang kerja di Bali sampai ribuan. Ya, semoga nanti bermanfaat untuk member dan umum. Semoga dengan mengadakan acara ini bisa mengenbangkan SDM terutama di Housekeeping,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) IHKA, Ahmad Kamil, memberi apresiasi dan penghargaan kepada BPD IHKA Bali atas terselenggaranya program kerja dan seminar tersebut.
Ia menjelaskan, perkembangan asosiasi profesi sangat dinamis sehingga harus menjaga harmonisasi dan kesolidan.
“Tidak terasa IHKA tahun ini sudah berusia 45 tahun, dan di tahun ini kami coba mengangkat moto ‘berkarya dan bermanfaat’. Salam satu IHKA,” serunya.
Pelaksanaan seminar dan pameran ini juga mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.
Menparekraf dalam sambutannya melalui tayangan video mengatakan, kegiatan seminar & exhibition ini dapat turut mendukung pemulihan pariwisata yang berkelanjutan di Bali.
Menurutnya, profesi housekeeper memiliki posisi yang sangat strategis dalam industri perhotelan. Ia juga menekankan, SDM hotel wajib memiliki sertifikat kompetensi dan harus terus meningkatkan kompetensi dan sertifikasi.(sur)








