
KLUNGKUNG- DPRD (Dewan) di Klungkung menggelar rapat koordinasi dengan Satpol PP dan Pemadan Kebakaran, Jumat (10/3/2023).
Agendanya membahas Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum. Begitu rapat dibuka oleh pimpinan rapat, wakil ketua dewan, Tjokorde Gde Agung, sejumlah anggota dewan langsung ‘tancap gas’, menghujani Kasatpol PP Dewa Putu Suwarbawa dengan berbagai pertanyaan seputar langkah Satpol PP mewujudkan ketertiban umum.
“Terkait pengamanan Satpol PP, masih jauh dari harapan. Saya berani bertanggung jawab dengan apa yang saya katakan. Dua pertiga luas wilayah Kabupaten Klungkung ada di Nusa Penida. Ribuan wisatawan datang ke Nusa Penida. Pelangggaran marak, pelanggaran sepadan pantai, sepadan jalan. Tapi belum ada langkah maksimal yang diambil,” ungkap Wakil Ketua Dewan asal Partai Gerindra Wayan Baru.
Anggota dewan yang lain, Ketut Gunaksa juga menyorot kinerja Satpol PP.
“Harus berani bertindak adil, jaga independensinya,” ungkap Gunaksa seraya menyorot Satpol PP sudah memberhangus bendera Partai Gerindra yang terpasang di by pass Ida Bagus Mantra.
Terkait tindakan refresif Satpol PP memberhangus bendera Gerindra, kecaman datang dari Sekretaris DPC Partai Gerindra Klungkung Nengah Mudiana yang juga anggota DPRD Klungkung.
“Rugi bapak koordinasi dengan kami sebelumnya. Kami kan sudah bersurat kalau kami punya hajatan mulai Februari sampai Maret.
“Kok bisa sampai seperti itu (diberhangus). Kan kesannya Gerindra di Klungkung tidak taat aturan, padahal kami sudah permaklumkan. Koordinasi dan komunikasinya bapak tidak ada. Kalau dikomunikasikan, kami sendiri bisa menurunkannya, tidak perlu bapak yang menurunkan,” sentil Mudiana.
Kasatpol PP Dewa Putu Suwarbawa melalui Kabid Trantib Nyoman Kariasa menjelaskan, penertiban spanduk, baliho di bilangan by pass atas permintaan dari provinsi terkait rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke Besakih dan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung.
“Kami diminta untuk menertiban segala baliho, spanduk pada jalur-jalur yang akan dilalui oleh Pak Presiden,” demikian Kariasa.
Sementara Kasatpol PP Dewa Suwarbawa mengakui penindakan atas pelanggaran ketertiban umum di Nusa Penida belum bisa maksimal karena keterbatasan personil. (yan).








