
KARANGASEM – Kerja keras Pemkab Karangasem melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dalam menggali pundi-pundi pendapatan menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.
Ini terlihat dari torehan PAD dalam kurun waktu tahun 2022, jauh mengalami lompatan dari tahun sebelumnya dengan nilai nominal sebesar Rp300,78 miliar atau 118,47%, melebihi target PAD sebesar Rp258 miliar lebih.
Bupati Karangasem I Gede Dana didampingi Wakil Bupati Wayan Artha Dipa, dan Sekda I Ketut Sedana Merta, mengatakan meroketnya capaian PAD hingga penghujung tahun 2022 tidak terlepas dari keseriusannya dalam melakukan monitoring dan pengawasan pada sektor pajak, seperti pajak Mineral Bukan Logam dan Bebatuan (MBLB), pajak Hotel dan Restaurant, dan potensi sumber-sumber pendapatan yang lainnya. “Ini pencapaian PAD yang sangat fantastis sekaligus mencatatkan rekor pencapaian PAD tertinggi dalam sejarah,” ucap Gede Dana.
Dijelaskan, tahun 2022 PAD Karangasem mengalami sebesar Rp48,06 miliar dari Tahun 2021 atau sebesar 19,02%. Peningkatan PAD ini didukung dengan peningkatan penerimaan Pajak MBLB/Galian C, dimana Kabupaten Karangasem merupakan sumber material MBLB terbesar di Bali.
“Pajak MBLB sampai saat ini masih menjadi primadona dan menjadi penyumbang terbesar PAD Karangasem. Ini juga menjadi rekor capaian pendapatan Karangasem dalam kurun waktu tahun 2017-2022,” ungkap Gede Dana.
Torehan PAD Karangasem sebesar Rp300,78 miliar, lanjut Gede Dana, meliputi Pajak Daerah sebesar Rp167,92 miliar(55,83%), Retribusi Daerah Rp10,19 miliar (3,39%), Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Rp32 miliar (3,10%), dan Lain-Lain PAD yang sah Rp 113,34 miliar (37,68%).
Optimalisasi pajak MBLB yang dilaksanakan sejak dilantik Gede Dana dan Wayan Artha Dipa dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, terus mengalami peningkatan signifikan. Tahun 2021 capaian pendapatan dari pajak MBLB sebesar Rp51,90 miliar dan tahun 2022 terealisasi sebesar Rp96,43 miliar atau mengalami peningkatan sebesar Rp44,53 miliar (85,79%).
“Selain terus membuat terobosan dalam mengoptimalkan pajak daerah, peningkatan pengawasan pajak MBLB melalui digitalisasi faktur pajak MBLB, dan mengoptimalkan pos pengawasan pajak di setiap kecamatan juga terus kami lakukan. Bukan itu saja kami juga terus melakukan peningkatan penagihan piutang pajak, serta meningkatkan pelayanan perpajakan daerah melalui digitalisasi pelaporan, pengawasan dan pembayaran pajak daerah dalam rangka mendukung percepatan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah,” pungkasnya. (wat)








