
JEMBRANA – Kasus rabies di Jembrana terus bertambah. Teranyar kasus gigitan terjadi di wilayah Kelurahan Gilimanuk, Sabtu (3/12/2022). Si gukguk yang diketahui milik warga, menggigit 4 orang anak. Setelah menggigit korbannya yang rata-rata berusia 10 tahun, anjing itu mati.
Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma dikonfirmasi Minggu (4/12/2022) membenarkan ada 4 korban anak-anak yang digigit anjing dalam waktu yang berbeda. Luka yang dialami berupa gigitan dan cakaran. Korban yang digigit anjing kemudian diberikan VAR.
“Para korban ini sebagian besar anak-anak berusia 10 tahun. Saat terjadi gigitan para korban sedang bermain di rumah si pemilik anjing yang diduga terjangkit rabies. Pasalnya sehabis menggigit anjing tersebut langsung mati,” jelasnya.
Selanjutnya peristiwa gigitan anjing diduga rabies tersebut dilaporkan ke dinas terkait. Sedangkan keempat korban dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Widarsa mengatakan, saat kejadian pihaknya tidak menerima laporan. Namun atas informasi tersebut, petugas di kecamatan langsung bertindak dan mengambil sampel otak anjing yang mati mendadak setelah menggigit para korban.
“Ya kami memang belum mendapatkan laporan resmi, namun mendengar adanya kasus gigitan di Gilimanuk, petugas yang ada di kecamatan mengambil sampel otak anjing tersebut untuk dikirim ke Balai Veteriner dan menunggu hasil labnya,” kata Widarsa.
Sejak 2021 kasus rabies di Jembrana ditemukan sebanyak 66 kasus. Sedangkan tahun ini hingga November 2022 terjadi 160 kasus yang tersebar di 46 desa dan kelurahan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, pihaknya bersama tim tetap fokus dalam penanganan rabies. ‘’Ya sampai saat ini, sudah tercatat sebanyak 160 kasus gigitan di 46 desa dan kelurahan,” terangnya.
Dijelaskan, pihaknya tetap menangani kasus rabies. “Seperti kemarin ada laporan anjing mengarah, kita sudah tangani dan langsung melakukan vaksinasi di sekitar lokasi. Terkait VAR, kami sudah siap, penanganan vaksinasi rabies juga dilakukan secara bergantian,” pungkasnya. (ara,dha)








