
JEMBRANA – Hingga mendekati sebulan, korban banjir bandang di Sungai Bilukpoh, masih tinggal di posko bencana Tempek II Bilukpoh Kangin Kelurahan Tegalcangkring Kecamatan Mendoyo Kamis (3/11/2022).
Dari 86 KK yang menempati posko tersebut, sebagian warga sudah tinggal di rumah warga maupun kerabat di sekitar lingkungan Bilukpoh. Di Bilukpoh terdapat 9 KK rumah warga lenyap, sedangkan 20 KK alami rusak berat, serta lainnya rusak sedang hingga ringan.
Sebagian korban yang sudah tidak memiliki tempat tinggal yang menetap di posko. Sebagian sibuk membersihkan puing sisa banjir. Kalangan anak sekolah tercatat 30 orang, sudah mulai sekolah seperti semula.
Sementara sejumlah penghuni posko mengalami gangguan kesehatan, kebanyakan kalangan dewasa dan lansia, diserang sakit panas hingga batuk. Bahkan ada yang menderita tensi tinggi.
Mereka yang sakit mendapat penanganan langsung dari petugas kesehatan Puskesmas I Mendoyo yang siaga setiap hari di sana. Kondisi lingkungan posko juga mulai disemprot desinfektan melalui petugas PMI.
Penyemprotan desinfektan untuk pencegahan adanya virus membawa penyakit. Penyemprotan mencakup seluruh lingkungan posko, termasuk peralatan dan fasilitas yang ada di posko tersebut.

Salah satu petugas Puskesmas mengakui sejumlah pengungsi mengalami gangguan kesehatan. Sebagian besar yang mengalami gangguan kesehatan kalangan bapak dan ibu termasuk lansia, Mereka yang mengeluhkan kesehatannya, sudah mendapat pemeriksaan termasuk obat-obatan.
Disisi lain para pengungsi mengaku belum membicarakan soal rumah-rumahnya yang hanyut. “Sudah tiga pekan kami disini, belum membahas soal rumah, merajan, dapur dan bangunan lain yang rusak disapu banjir. Kami hanya bisa menunggu, seperti apa nantinya mengenai rumah tinggal kami,” kata Gusti Putra.
Memang selentingan dia dengar pemerintah sempat menyampaikan penggantian bangunan rusak, termasuk soal relokasi. Namun sejauh ini belum dapat penjelasan lebih rinci. Gusti Putra mengaku belum berfikir sampai kapan, dia yang termasuk rumahnya rusak berat, tinggal di posko, karena rumahnya hancur tertutup material sampai ke atap. “Pembersihan puing saja belum tuntas, apalagi soal rumah,” katanya.
Sementara Kaling BilukPoh Kangin, Komang Bawa membenarkan korban banjir di Bilukpoh tercatat sebanyak 86 KK, pasca banjir sebagian sudah ditinggal di rumah kerabat maupun tetangga sekitar sini.
Yang masih menempati posko, hanya yang rumahnya benar hanyut 9KK dan 20-an rusak berat, sebagian menetap di posko. “Mengenai pengungsi ada yang sakit, sudah ditangani petugas kesehatan,” kata Bawa. Termasuk antisipasi kondisi kesehatan lingkungan posko juga petugas PMI menyemprot desinfektan.
Soal penyaluran dan penerimaan bantuan sudah ada petugas mencatat, demikian soal dapur umum sejak awal sudah berjalan. (ara,dha)








