
KUTSEL – Pelaksanaan proyek Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II bantuan Japan International Cooperation Agency (JICA), mulai menjamah area pantai Nusa Dua atau Pantai Selagan Nusa, Kamis (6/10/2022). Sebuah alat berat dioperasikan, untuk melakukan pembersihan area dari geobag dan puing bekas kerusakan walkway sekitar.
Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, I Wayan Riasa mengungkapkan, sesunggunya pihaknya berencana sudah mulai melakukan pemindahan pasir dari area pantai sekitar hotel Grand Hyatt Bali pada Rabu (5/10/2022) lalu. Namun, mempertimbangkan adanya event pada hotel bersangkutan, maka rencana tersebut terpaksa ditunda sementara waktu.
Event dimaksud, katanya dijadwalkan terlaksana selama dua hari. Yakni pada Kamis (6/10/2022) dan Jumat (7/10/2022). Karenanya, kini pihaknya masih melakukan koordinasi agar pemindahan pasir bisa dimulai begitu event usai.
“Kalau selesai acara itu bisa, maka kami akan langsung bergerak. Tapi kalau memang tidak memungkinkan, maka kami lakukan dua hari lagi. Ini masih sedang kami koordinasikan dengan pihak hotel,” sebutnya.
Sembari menunggu, pihaknya memutuskan untuk melakukan pembersihan area terlebih dahulu. Baik itu dari geobag ataupun material bekas walkway yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat abrasi. Geobag dan material bekas walkway tersebut nantinya akan dikembalikan kepada pihak ITDC selaku pemilik aset.
“Biar sama-sama jalan. Apalagi kami sangat menyadari geliat pariwisata saat ini sangat ditunggu-tunggu para pelaku pariwisata, di tengah pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Selain pembersihan area pantai yang bakal ditimbun, pihaknya juga telah melakukan pembukaan akses keluar masuk alat. Itu juga sekaligus akan menjadi akses pengangkutan kekurangan pasir dari stockpile di Pantai Mertasari, Sanur.
Terpisah sebelumnya, Managing Director The Nusa Dua ITDC, I Gusti Ngurah Ardita, membenarkan proyek yang dilaksanakan BWS Bali Penida tersebut mulai dikerjakan. Itu dilakulan dengan mengusung konsep natural, misalnya dengan tidak menggunakan geobag.
Sepengetahuan dia, dalam penataan kali ini, hanya berupa pemindahaan dan penambahan pasir. Tidak disertai pembangunan semacam breakwater atau sejenisnya. Namun demikian ke depan diharapkan ada pengkajian kembali, agar pasir Pantai Selagan Nusa bisa bertahan lebih lama.
“Jadi ke depan kami berharap ada kajian yang betul-betul komprehensif untuk menjadikan itu lebih baik,” ungkapnya sembari menyebut bahwa kaitan dengan proyek BBCP Phase II saat ini, pihaknya juga masih melakukan pembahasan soal rencana untuk mengembalikan lagi walkway pinggir pantai yang sebelumnya rusak akibat abrasi. (adi/jon)








